Lampu Listrik Ini Dinyalakan dengan Korek Api dan Dimatikan dengan Suara (1)

0
98
Advertisement
Lampu listrik dinyalakan dengan saklar sudah biasa. Yang satu ini, lampu oblek atau lampu tempel listrik dinyalakan dengan korek api dan dimatikan dengan suara.

idealoka.com – Keahlian tak selalu ditunjang dengan tingginya pendidikan formal. Seperti yang dibuktikan pemuda desa berusia 34 tahun ini. Hariyanto, warga Dusun Bulak Kunci, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini berhasil menciptakan lampu oblekatau lampu tempel bertenaga listrik yang dinyalakan dengan korek api dan dimatikan dengan tiupan perintah suara.

Berbeda dengan lampu-lampu elektrik umumnya yang rata-rata tidakmemakai sensor dan harus menghidupkan dan mematikan lampu melalui saklar. Dengan kreasinya, Hariyanto menciptakan lampu bertenaga listrik yang cara menghidupkan dan mematikannya unik.

Advertisement

Cara menghidupkanya dengan menyalakan korek api tepat di bola lampulayaknya orang menghidupkan lampu tempel atau lentera berbahan bakar minyak tanah. Bedanya, lampu tempel yang satu ini sudah menggunakan tenaga listrik.

Ketika api didekatkan ke bola lampu, lampu otomatis menyala. Sedangkan untuk mematikannya, cukup ditiup ibarat orang meniup sumbu api lampu tempel berbahan bakar minyak tanah. Lampu ini juga bisa dimatikan dengan perintah suara.

Hariyanto mengatakan pembuatan lampu unik ini terinspirasi dari lampu tempel berbahan bakar minyak tanah. “Cara menghidupkan dan mematikannya sama yakni dengan korek api dan ditiup, tapi lampu ini sudah pakai listrik,” kata Hariyanto.

Hariyanto hanyalah pemuda tamatan Sekolah Dasar (SD). Kampungnya, Dusun Bulak Kunci, termasuk daerah terpencil di kaki Gunung Arjuno. Warga kampung setempat rata-rata hanya lulusan SD. Ini disebabkan akses yang jauh dari sekolah dan tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah. “Di kampung sini enggak ada SD, saya sekolah SD di desa tetangga yang jaraknya empat kilometer dan harus lewat hutan,” ujarnya. (*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here