Serunya Tanam Bakau Bersama Nadine Chandrawinata

0
43
Advertisement
Dok. Pemkab Banyuwangi
idealoka.com – Puluhan anak muda terlihat asik menyusuri Teluk Pangpang di Dusun Tegalrejo, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu, 15 Oktober 2017. Tangan mereka masing-masing memegang bibit bakau atau mangrove. Bibit-bibit mangrove itu  akan mereka tanam di areal konservasi tanaman bakau tersebut.
Meski sedikit sulit melangkah di lahan berlumpur, anak-anak muda yang merupakan peserta Meet Up Seasoldier  dan Mangrove Planting itu tak mengeluh sedikit pun. Dengan antusias,  mereka menancapkan bibit mangrove jenis rizhopora di lahan yang telah disiapkan.
Di tengah kerumunan, tampak satu sosok yang tidak asing bagi pecinta adventure, Nadine Chandrawinata. Bersama rekannya, Dinni Septianingrum, Nadine sibuk memandu dan memperkenalkan cara menanam mangrove. Aksi Nadine itu tidak sendiri, ia dibantu anggota Seasoldier Banyuwangi. Mereka bahu membahu menebar 1.000 bibit mangrove yang ada.
“Ini asik sekali. Sangat bermanfaat, apalagi bagi kami yang awam. Kalau tahu sulitnya kayak gini, kita tentu akan  berpikir ulang untuk  merusak. Jangan bisanya cuma menjadikan tempat ini sebagai tempat selfie aja, tapi harus bisa  ikut menjaga kelestariannya,” ujar Laili Mumtahanah yang baru pertama kalinya menanam mangrove.

Laili memperhatikan sungguh-sungguh instruksi yang diberikan  dan berhasil menanamkan bibit mangrove meski berulangkali  terjatuh ke dalam lumpur.
Laili mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan ini setelah melihat instagram Seasoldier yang mengumumkan secara terbuka digelarnya penanaman mangrove di Dusun Tegalrejo, Desa Wringin Putih, Muncar ini.
“Begitu tahu, saya langsung mengajak teman-teman saya untuk ikutan. Semua menginap di rumah saya di Kecamatan Tegaldlimo, dan pagi-pagi sekali sudah sampai di Muncar,” kata Laili yang mengajak empat orang temannya. Mereka berlima tengah menuntut ilmu di Fakultas MIPA Jurusan Fisika Universitas Jember.
Pendiri Sea Soldier, Nadine Chandrawinata, mengaku aktivitas hari ini yang dilakukannya bersama para pemuda peduli lingkungan ini memenuhi targetnya. “Isu yang kami angkat lewat penanaman mangrove ini adalah memperkenalkan apa dan bagaimana mangrove itu. Yang kami sasar adalah anak-anak muda yang notabene belum pernah menanam mangrove,” kata Nadine.
Mantan Putri Indonesia 2005 ini menilai anak-anak muda Banyuwangi termasuk aktif dalam menyuarakan isu lingkungan, salah satunya di bawah bendera Seasoldier.
“Kami terus men-support agar dalam setiap kegiatan kami, anak-anak belajar komitmen diri. Selain dengan bertanam mangrove ini, kami juga rutin mengajak agar mereka selalu buang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian sedotan, selalu bawa tumbler kemana-mana, nggak pake stryrofoam dan kalau belanja selalu bawa tas sendiri sehingga nggak perlu pakai tas plastik,” jelasnya.
Poin utamanya, kata Nadine, bagaimana kita menghidupkan tradisi jaman dulu, dimana nenek moyang kita punya tradisi yang tidak merusak alam. Masyarakat diajarkan untuk ramah lingkungan dan mau belajar mengubah perilaku buruknya terhadap lingkungan. “Ingat lho, Indonesia itu penghasil sampah kedua terbesar di dunia. Berapa juta ton sampah yang dihasilkan per hari. Itu baru dari aspek sampah, belum masalah lingkungan lainnya,” ujar Nadine.
Apa yang digagas Seasoldier ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Hary Cahyo Purnomo mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan kepedulian lingkungan, yang mengajak generasi muda untuk ikut terlibat di dalamnya dan ikut menularkan ‘virus’ tersebut pada masyarakat sekitar.
“Kami berharap akan terjadi perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Toh, dampaknya kita pula yang akan merasakan. Salah satunya penanaman mangrove ini yang akan melindungi populasi ikan di perairan kita,” ujar Hary.
Teluk Pangpang memiliki luas 600 hektar. Dulunya tempat ini merupakan lahan mangrove yang kemudian dialihfungsikan  menjadi tambak-tambak. Itu terjadi pada tahun 1980-an. Ketika pengusaha tambak bangkrut , areal ini dibiarkan terbengkalai sehingga menjadi rusak. Akhirnya muncullah sekelompok orang yang tergerak untuk mengembalikan lahan konservasi tersebut seperti sedia kala.
Pada tahun 2002/2003 mulailah mereka merintis kembali penanaman bakau di areal tersebut. Kelompok ini menamakan dirinya Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Bangkit Remaja Tegalpare (Baret).
Ketua Pokmaswas Baret Muhammad Syaironi mengaku awalnya sulit mengajak warga untuk melakukan peremajaan kembali terhadap mangrove. “Butuh kesabaran untuk mengajak mereka. Hanya beberapa gelintir saja yang mau terjun. Tapi lama kelamaan masyarakat mau terlibat dengan sukarela, sebab mereka sadar manfaat yang timbul dengan adanya mangrove. Misalnya produksi ikan, kepiting dan udang yang meningkat pesat,” kata Roni.
Sejak saat itu masyarakat rutin melakukan peremajaan mangrove di kawasan yang berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo dan Perhutani itu termasuk melakukan pembibitan sendiri di sana.
Komunitas Sea Soldier Banyuwangi pun membantu melengakpi fasilitas dengan adanya beragam tulisan yang mengajak untuk peduli lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan. Serta menyediakan tempat-tempat sampah di pondok-pondok yang berada di jalur trekking mangrove.
Sekarang kawasan konservasi yang dinamakan warga sebagai Panorama Kili-Kili Teluk Pangpang  ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana edukasi tentang tanaman bakau. Ada jalur trackingyang dibuat untuk menyusuri areal penanaman bakau.
Tempat ini juga nyaman sebagai arena rekreasi keluarga. Pengunjung bisa menikmati bersantai di bawah hawa sejuk mangrove dan  mengenal aneka satwa khas kawasan mangrove Teluk Pangpang. Seperti burung blekok sawah (Javan pond heron),  jalak penyu (Javan myna), dan aneka warna kepiting seperti kepiting bakau ungu, hijau, dan jingga.Belakangan, perekonomian warga sekitar juga meningkat. Para isteri nelayan mendirikan warung-warung yang ramah lingkungan di sekitar areal wisata mangrove ini. (*)

 

Sumber: https://www.banyuwangikab.go.id/berita-daerah/nadine-chandrawinata-ajak-anak-muda-banyuwangi-tanam-mangrove-di-teluk-pangpang.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here