Ekspedisi Luweng Jaran (1) : Misteri Goa dan Telapak Kaki Kuda

0
455
Advertisement
idealoka.com – Destinasi  wisata ekstrem ini bernama goa Luweng Jaran. Lokasinya di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pemberian nama suatu tempat dinilai mengandung nilai sejarah. Bagaimana dengan Luweng Jaran?
Konon, pada 1942 ditemukan empat jejak kaki kuda di tepi aliran sungai berbatu Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kuda dan seorang tokoh yang menunggangi dianggap terperosok dan hanyut dalam derasnya pusaran air. Lantas, masuk ke sebuah luweng atau lubang dalam di titik yang dikenal dengan nama ‘paikem’.
’’Cerita ini pertama kali disampaikan mbah mantan lurah (kades,Red) Jlubang,’’ jelas Sumadi, tokoh masyarakat Desa Jlubang.
Sumadi tidak mengetahui alasan diabadikannya nama jaran pada luweng itu. Apalagi, jaraknya 500 meter dari tempat ditemukannya telapak kaki kuda di tepi sungai yang hanya mengalir ketika musim hujan.
Wonijan, tokoh masyarakat Desa Jlubang yang lain menyatakan sejarah Luweng Jaran ini sempat dibukukan. Salah seorang perangkat desa membuat tulisan tentang sejarah Desa Jlubang, termasuk di dalamnya tentang Luweng Jaran. Tapi kini, secara fisik bukti tersebut telah hilang.
‘’Waktu itu digandakan menjadi dua buku. Satu dipinjam pegawai pemkab dan lainnya disimpan. Tapi, tidak karuan semua,’’ jelas Wonijan.

Maka, sejarah desa dan Luweng Jaran menyebar dari mulut ke mulut. Informasi lisan yang berkembang itu juga tentang tim penelusur yang pernah masuk ke dalam luweng. Daftar tim ekspedisi yang dulunya tercatat di buku tamu juga tak diketahui rimbanya.
Dari waktu ke waktu, para pengunjung Luweng Jaran kian bertambah. Para pecinta merasa penasaran dengan panjang Luweng Jaran. Ujung gua vertikal ini belum diketahui. Namun, tim pecinta gua gabungan Anglo-Australian sudah mencatat jalur luweng sepankang 25 kilometer dari hasil ekspedisi  pada 1984.

 ‘’Entah ujungnya ke laut atau ke Jawa Tengah masih belum diketahui,’’jelas dia mengutip hasil perbincangannya dengan sejumlah tim penelusur gua yang sempat singgah ke desa tersebut. (*)




Penulis dan fotografer:

Nofika Dian Nugroho
(Jurnalis di Madiun dan sekitarnya)

Advertisement

nofika.nugroho@gmail.com 







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here