TIONGHOA RASA JAWA (4): Berbagi dengan Warga

0
102
Advertisement

Di klenteng ini, sajian makanan dan buah untuk arwah leluhur tak hanya dari umat Tri Dharma. Masyarakat sekitar juga membawa sajian yang sama demi mencari berkah.

idealoka.com – Keterlibatan masyarakat sekitar dalam perayaan besar di klenteng Hong San Kiong, Desa/Kecamatan Gudo, Jombang, Jawa Timur, sangat kentara. Salah satunya dalam perayaan sembahyang rebutan. Ritual cing ho ping atau ulambana ini bertujuan mendoakan arwah leluhur yang diperingati tiap tanggal 29 bulan 7 tahun Imlek. “Mirip ritual nyadran kalau di Jawa,” kata pengurus klenteng setempat yang juga penyuluh agama Konghucu, Nanik Indrawati, Minggu, 4 Februari 2018.

Nanik Indrawati
Advertisement

Sebelum upacara dimulai, ratusan orang berbondong-bondong menuju klenteng dengan membawa berbagai macam sajian atau suguhan. Mulai dari nasi lengkap dengan lauk pauknya, kue, sampai buah-buahan dan makanan ringan lainnya. Suguhan itu diserahkan ke klenteng.

“Pihak klenteng mengeluarkan sesajian khusus yang inti tapi yang banyak kira-kira 90 persen dari masyarakat sekitar,” kata Nanik. Ritual mendoakan arwah hanya diikuti umat Tri Dharma sedangkan masyarakat menunggu di halaman klenteng.

Setelah ibadah penganut Tri Dharma selesai, mulailah dilakukan pembagian sesajian yang sudah dikumpulkan dan diacak. “Sesajian dari masyarakat itu kami kumpulkan dan diacak dan dibagi lagi ke masyarakat dengan tambahan sembako dari yayasan klenteng,” katanya.

Disebut sembahyang rebutan karena setelah ritual dilakukan pembagian sesajian makanan atau buah dari masyarakat dan biasanya ada yang berebut. Menurut Nanik, dalam kegiatan ini juga timbul sugesti masyarakat tentang masa depannya. Jika barang yang didapat lebih baik atau lebih berharga dari yang diserahkan ke klenteng, dipercaya kehidupannya akan beruntung dan rejekinya melimpah.

Sebaliknya, jika yang didapat lebih kecil nilainya maka kehidupannya dipercaya akan susah. “Misalnya hari ini membawa buah mangga tapi baliknya mendapat tumpeng nasi, dipercaya tahun ini akan hidup makmur. Kalau dapatnya malah lebih kecil misalnya kerupuk berarti hidupnya dipercaya akan susah. Tapi itu sugesti ya,” katanya. Remaja yang masih lajang juga mencari berkah dari sembahyang rebutan. “Cowok atau cewek yang masih jomblo kalau bisa dapat pucuknya tumpeng nasi diyakini jodohnya akan cepat,” katanya. (bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here