Peduli Lingkungan, HCML Tanam 8.000 Bakau di Pantai Pasuruan

0
46
Advertisement

idealoka.com – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Blok Madura Strait.

HCML membuktikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas lingkungan termasuk di garis pantai Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan menanam 8.000 batang pohon bakau (mangrove).

Advertisement

Tuntasnya penanaman 8.000 batang mangrove yang dilakukan secara bertahap sejak dua bulan silam itu ditandai dengan penanaman 80 pohon trembesi dan mahoni di sekitar lokasi Gas Metering Station (GMS) yang ada di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Pasuruan, Sabtu, 21 April 2018.

“Penanaman mangrove ini bagian dari komitmen HCML untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan hidup. Ini sesuai dengan visi dan misi perusahaan dan arahan dari SKK Migas. Jika digabungkan dengan penanaman mangrove di tahun 2016, total mangrove yang ditanam HCML kini berjumlah 12.500,” jelas General Manager HCML Mr. Huang Chunlin usai penanaman pohon trembesi dan mahoni.

Manfaat penanaman bakau ini antara lain untuk mencegah abrasi pantai, menjadi katalis tanah dari air laut, habitat perikanan, memberikan dampak ekonomi yang luas, mencegah pemanasan global, hingga menjaga kualitas air dan udara.

“Semoga mangrove tumbuh bagus sehingga kualitas lingkungan hidup bisa kita tingkatkan,” katanya. Dalam acara ini secara simbolis Mr. Huang menyerahkan satu pohon trembesi yang siap ditanam. Kegiatan penanaman 8.000 pohon mangrove yang mendapat dukungan dari Forum DAS Pasuruan ini diharapkan bisa meningkatkan harapan hidup pada pohon mangrove yang ditanam. Ditargetkan dari 8.000 pohon minimal bisa hidup 70-80 persen. “Jadi kami tidak hanya menanam tapi juga akan merawat selama satu tahun penuh,” ujar Mr.Huang.

Penanaman 8.000 pohon mangrove juga dihadiri Senior Manager Humas SKK Migas wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa) Dony Aryantho, pejabat Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Muspika Kraton, dan Kepala Desa Semare.

Dony mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap HCML. Menururnya, HCML merupakan kontraktor yang mendapat tugas negara untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Karena itu seluruh aset yang dikelola HCML termasuk yang ada di Desa Semare merupakan aset negara.
“Karena itu, dukungan dari masyarakat Semare, aparat desa, kecamatan, hingga kabupaten sangat penting agar HCML bisa menjalankan tugasnya dalam meningkatkan ketahanan energi nasional,” katanya.

Tuntasnya program penanaman 8.000 pohon mangrove ini disambut gembira Plt Camat Kraton Ridwan Haris. “Program penanaman mangrove ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Kami berharap dapat menyambung silaturahim dan komunikasi dengan masyarakat sekitar,” kata Ridwan saat memberikan sambutannya mewakili Muspika setempat.

Sementara Kades Semare Yazid mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada HCML yang selama ini banyak mendukung kegiatan desa. “Saya sampaikan terima kasih banyak kepada pihak HCML yang selama ini sudah mendukung kami. Semoga sinergi ini dapat terus berjalan dengan baik dan istiqomah,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here