(CATATAN 1965) Misteri Gundukan Tanah Hutan Gangsiran

0
133
Alas Gangsiran
Advertisement

(Tulisan hasil wawancara dan reportase ini disajikan bukan untuk mengungkit sejarah kelam bangsa Indonesia atau menyudutkan pihak tertentu, namun diharapkan jadi pelajaran untuk bersama merawat persatuan dan perdamaian)

idealoka.com – Hutan atau Alas Gangsiran, begitu masyarakat menyebut kawasan hutan yang berada di Dusun Gangsiran, Desa Mategal, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur. Kawasan hutan produksi yang ditanami pohon mahoni dan sambi ini termasuk wilayah Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds (dan sekitarnya).

Advertisement

Menurut warga, selain sumur tua di Dusun Puhrancang, Desa Pragak, hutan ini dulu juga jadi lokasi pembantaian dalam peristiwa 1965. Menurut salah satu saksi peristiwa 1965 dan 1966, para korban dibantai dan dimasukkan dalam sejumlah lubang yang sengaja dibuat waktu itu.

Gundukan tanah di dasar pohon. Diduga di bawah pohon ini terdapat lubang tempat pembuangan pembantaian korban pada 1965

“Saya lupa jumlahnya, yang jelas tidak hanya sekali tapi beberapa kali,” kata saksi yang tidak mau identitasnya disebut ini saat ditemui 20 September 2012. Sejumlah orang membuat lubang di hutan tersebut yang dalamnya tak sampai dua meter. Setelah lubang disiapkan, calon korban yang mencapai belasan atau puluhan dibantai dan dimasukkan dalam lubang. “Setelah lubang penuh langsung diuruk dengan tanah,” ucapnya.

Tak mudah menemukan sisa-sisa pembantaian di lokasi ini. Sebuah petunjuk dikatakan warga. “Tandanya kalau ada pohon dengan gundukan tanah yang lebih tinggi dibanding pohon lainnya, itu bekasnya (lubang pembuangan),” ucap salah satu warga.

Pengamatan kami melihat sejumlah pohon dengan gundukan tanah yang lebih tinggi dibanding pohon lainnya. Gundukan tanah dibawah pohon yang terlihat berusia tua ini lebih menonjol dan beda dengan pohon-pohon lain yang usianya relatif lebih muda. Di bawah pohon-pohon inilah diduga bekas lubang untuk mengubur massal para korban.

“Iya yang seperti ini mas,” kata salah satu perangkat dusun setempat yang mendampingi kami sambil menunjuk gundukan tanah yang menyembul dari dasar pohon. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here