Dekat Pusat Gempa Situbondo, Tiga Warga Sapudi Madura Dilaporkan Meninggal

0
371
Advertisement

idealoka.com – Gempa 6,3 Skala Richter yang berpusat di perairan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis dini hari, 11 Oktober 2018, menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa di Pulau Madura.

Informasi yang dihimpun BNPB dari BPBD Jawa Timur dan BPBD Sumenep dilaporkan tiga warga Kepulauan Sapudi, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, meninggal dunia. “Korban tertimpa reruntuhan tembok bangunan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Beberapa korban luka juga dibawa dan dirawat di Puskesmas Gayam.

Advertisement

Tiga warga yang meninggal dunia antara lain Nuril Kamiliya, 7 tahun, warga Desa Prambanan; Nadhar, 55 tahun, Dusun Jambusok, Desa Prambanan; dan seorang laki-laki dewasa yang masih diidentifikasi.

Sedangkan Kerusakan bangunan di Sumenep dilaporkan terjadi di Desa Jambuir, Kecamatan Gayam; Kopedi Kecamatan Bluto; Kertasada, Kecamatan Kalianget; Masjid Desa Gendang Timur, Kecamatan Sapudi; Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang.

Jarak Kepulauan Sapudi dengan Situbondo memang cukup dekat yakni sekitar 76 kilometer. Situbondo dan Sapudi dihubungkan dengan penyeberangan laut selama 2-3 jam dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, ke Sapudi.

Jarak Situbondo-Pulau Sapudi

Gempa di Situbondo dirasakan di beberapa daerah di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Info Badan Meteorologi,  Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Kamis dini hari, 11 Oktober 2018, pukul 01.44 WIB terjadi gempa berkekuatan  6,3 Skala Richter dengan pusat gempa berada di 61 kilometer Timur Laut Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini tak berpotensi tsunami.

Info BMKG juga menyatakan gempa ini dirasakan dengan skala MMI diantaranya skala III-IV Denpasar (Bali) , III Karangkates (Malang) , III Gianyar (Bali),  III Lombok Barat, III Mataram, III Pandaan (Pasuruan).

Warga Situbondo yang dekat dengan pusat gempa merasakan guncangan cukup besar dan masyarakat keluar dari rumah.

“Perabotan dari keramik sampai jatuh dan pecah. Warga masih keluar dari rumah dan belum berani masuk karena khawatir gempa susulan,” kata Husein, warga Kecamatan Panarukan, Situbondo.

Selain Situbondo, gempa juga dirasakan di daerah lain di Jawa Timur diantaranya Banyuwangi, Jember, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan Madura.

“Lumayan besar, saya tertidur dan sampai terbangun karena getarannya. Perabotan kipas angin juga bergerak,” kata warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Isti. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here