Tokoh Lintas Agama Bertemu Ketua KPK, Ada Apa?

0
240
Advertisement
Di tengah ancaman pelemahan lembaga penindak korupsi, para tokoh lintas agama bertemu Ketua KPK. Ada apa?

idealoka.com – Sabtu yang cerah, 29 Juli 2017, sejumlah tokoh agama datang di Tebuireng, salah satu pesantren bersejarah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mereka datang mewakili umat masing-masing. Selain berpakaian biasa, beberapa orang mengenakan pakaian kebesaran agama.

Dok. Ponpes Tebuireng

 

Mereka datang untuk mendeklarasikan perlawanan pada budaya korupsi. Istimewanya, acara ini dihadiri Ketua KPK Agus Raharjo. Sebelum menggelar deklarasi, Agus didampingi pengasuh pondok pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Solah bersama para pemuka agama berziarah ke makam keluarga besar Tebuireng diantaranya makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, mantan Menteri Agama pertama RI KH Wahid Hasyim, dan mantan Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
 
Dok. Ponpes Tebuireng
Sebagai salah satu penggagas deklarasi, Gus Solah, menyatakan dukungan sekaligus kritik bagi KPK. “KPK masih diperlukan, tapi kami juga paham KPK bukan tanpa kekurangan. KPK harus memperbaiki diri supaya makin dipercaya masyarakat. Tapi, kami tetap mendukung KPK dan tidak boleh diperlemah,” kata Gus Solah. 
Agus mengapresiasi dukungan yang dilakukan para pemuka lintas agama di Jawa Timur pada KPK. “Pemuka agama juga diharapkan berperan dalam melawan isu SARA yang terus didompleng dalam pemberantasan korupsi,” kata Agus. 
Dok. Ponpes Tebuireng
Selain Islam, deklarasi ini dihadiri perwakilan pemuka agama lainnya antara lain dari Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jawa Timur dan Lembaga Keagamaan Kristen (LKK) Indonesia, Majelis Daerah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan perwakilan dari klenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD). Sedikitnya ada sekitar 26 pemuka lintas agama yang ikut menandatangani deklarasi dan maklumat kebangsaan.
Advertisement

 

“Kami prihatin dengan budaya korupsi. Kami berharap KPK menindak para pelaku korupsi dengan hukuman yang berat,” kata perwakilan dari Badan Kehormatan Bamag LKK Indonesia Hengky Nartosabdo.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here