DAWET JABUNG (3): Mitos Warok dan Ki Jabung

0
1113
Advertisement

idealoka.com – Selain sebagai kekayaan kuliner, dawet satu ini punya sejarah panjang, mitos, dan legenda. Bagaimana kisahnya?

Dawet jabung dengan warungnya yang khas adalah entitas ekonomi tersendiri. Ia hadir dengan tampilan yang khas dan unik yang membuat siapapun yang pernah menikmatinya selalu ingin kembali untuk mengulang kekhasan suasana.

Advertisement

Disebut dawet jabung karena dawet ini berasal dari Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kawasan ini terletak sekitar 10 kilometer sebelah timur alun-alun Ponorogo. Sejumlah warung dawet berada di sekitar perempatan yang masuk Desa Jabung, Mlarak.

Legenda yang masih hidup dan masih menjadi dongeng warga sekitar Desa Jabung adalah soal asal muasal dawet jabung yang bisa menjadi mata pencaharian andalan warga setempat.

Legenda tersebut menceritakan soal kisah Warok Suromenggolo, tangan kanan Bupati Ponorogo yang pertama, Raden Bathoro Katong. Warok Suromenggolo terkenal sakti mandraguna.

Dalam cerita yang beredar dari generasi ke generasi dikisahkan, suatu hari Warok Suromenggolo terlibat perang tanding melawan makhluk gaib bernama Jim Gentho dan Jim Klenting Mungil yang menguasai gunung Dloka yang mempunyai pusaka andalan bernama Aji Dawet Upas. Konon, ajian ini berbentuk cendol dawet yang terbuat dari mata manusia.

Karena terkena ajian dawet upas tersebut, seketika tubuh Warok Suromenggolo menderita luka bakar dan ia pingsan seketika. Warok Suromenggolo pun akhirnya ditolong oleh seorang penggembala sapi bernama Ki Jabung.

Setelah diguyur dawet buatan Ki Jabung, luka yang diderita Warok Suromenggolo sembuh seketika. Bahkan kekuatan Warok Suromenggolo semakin bertambah dan akhirnya mampu mengalahkan Jim Klenting Mungil dan Jim Gento.

Sebagai ungkapan terima kasih, Warok Suromenggolo menghadirkan sebuah sabda sakti. Dalam sabdanya ia menyatakan bahwa kelak masyarakat Desa Jabung akan hidup makmur karena berjualan dawet.

Kini hampir seluruh warga Desa Jabung berjualan dawet. Walaupun hanya warung dawet sederhana, namun rata-rata kehidupan mereka berkecukupan. Apakah ini bukti sabda Warok Suromenggolo? (*)

Penulis          : Istimora

Fotografer     : Istimora

Editor             : Ishomuddin

 

 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here