Ada Pasukan Pemungut Popok Bayi, Siapa Mereka?

0
235
Advertisement
Pasukan ini memungut limbah popok bayi yang dibuang sembarangan di sungai. Kelihatannya sepele namun ternyata popok bayi dianggap limbah berbahaya dan beracun. Jangan buang popok bayi di sungai !!!
idealoka.com – Di era modern, popok bayi menjadi kebutuhan wajib karena dianggap efisien. Untuk mencegah air kencing dan buang kotoran bayi, kebanyakan orang tua memakaikan popok bayi siap pakai.
Nah, sungai dianggap sebagai tempat yang cocok untuk membuang sampah termasuk popok bayi bekas. Tumpukan popok bayi banyak terlihat di saluran air, sungai kecil di kampung sampai sungai besar.
Terlihat sepele. Namun bagi sejumlah orang ini, popok bayi bekas yang dibuang sembarangan di sungai dianggap sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun atau disingkat B3.
Melihat potensi bahaya limbah popok bayi, sejumlah orang yang menamakan diri Brigade Evakuasi Popok atau Brigade Kuapok turun tangan. Dengan mengenakan pakaian serba tertutup dan masker, mereka turun ke sungai-sungai. Dengan menggunakan jaring, mereka mengambil dan memungut limbah popok bayi yang tersangkut di batu maupun kolong jembatan.
Menurut Komandan Brigade Kuapok, Aziz, limbah popok bayi yang banyak dibuang di sungai tersebut selain mencemari sungai juga berbahaya bagi ekosistem sungai. “Sebab gel yang terkandung dalam popok bisa larut dan dimakan ikan. Ikannya dimakan manusia dan itu membahayakan,” katanya, 28 Agustus 2017.
Aziz dan kawan-kawan adalah aktivis peduli lingkungan dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton). Aksi bersih-bersih popok bayi kali ini dilakukan di sejumlah sungai di Kota Mojokerto termasuk sungai Brantas. Sebelumnya, Ecoton juga pernah mengkampanyekan bahaya limbah popok bayi di sungai Kalimas Surabaya.

 

Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengatakan aksi tersebut bagian dari kampanye bahaya limbah popok bayi di sungai. “Kami berharap masyarakat tidak lagi membuang popok bayi di sungai karena bisa mengancam ekosistem sungai termasuk ikan di dalamnya,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here