Warga dan Mahasiswa Unim Mojokerto Tanam Pohon di Sekitar Sungai Bekas Penambangan

0
122
Ahmad Yani menanam pohon jambu di sekitar sungai atau Kali Moro, Desa Lebak Jabung, Kec. Jatirejo, Mojokerto, Sabtu, 23 Februari 2019.
Advertisement

idealoka.com – Pendiri kelompok masyarakat peduli sungai Jabung, Ahmad Yani, 45 tahun, bersama puluhan mahasiswa Universitas Islam Mojopahit (Unim) Mojokerto melakukan penanaman pohon, Sabtu, 23 Februari 2019.

Penanaman dilakukan di sekitar sungai atau Kali Moro, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kawasan ini termasuk hutan lindung dan sungai setempat rawan abrasi dan longsor karena bekas penambangan batu.

Advertisement

Yani merupakan warga yang prihatin dengan kondisi wilayahnya dan berusaha untuk mengembalikan ekosistem yang rusak akibat penambangan galian C berupa batu di kawasan sungai.

“Tahun 2015 lahan di sini hancur karena adanya galian C ilegal yang mengambil bebatuan di dalam sungai sehingga sungai menjadi keruh dan rawan longsor,” kata Yani. Ia pernah mengirim surat pengaduan dan keberatan ke Pemkab Mojokerto namun belum ada respon.

Rektor Unim Rachman Sidharta Arisandi mengatakan hutan lindung setempat seharusnya jadi tanggung jawab pemerintah dan Perhutani sebagai pemangku kawasan. “Tetapi faktanya pemerintah tidak pernah mengurusi hutan lindung ini. Makanya  kami berinisiatif menanam,” kata Rachman.

Menurutnya, kegiatan penanaman oleh mahasiswa dan warga tersebut merupakan bagian dari cita-cita dan tanggung jawab ekologis universitas. “Tujuan kegiatan ini untuk melengkapi hubungan manusia dengan alam supaya mahasiswa memiliki kesadaran mengelola bumi serta isinya karena manusia tidak bisa hidup sendiri,” ujarnya.

Mahasiswa Unim yang tergabung dalam Komunitas Peduli Lingkungan (Kopen) terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan. Salah satu mahasiswa semester 6 jurusan Ekonomi, Agung Prasetyo, mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi yang baik untuk menjaga lingkungan yang dilakukan mahasiswa bersama masyarakat. “Harapannya hutan bisa kembali membaik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Beberapa jenis pohon yang ditanam seperti jambu, rambutan, sengon, kluwek, blimbing, dan kelapa yang merupakan tanaman yang baik untuk pemulihan hutan. “Kami berharap ada kerjasama atau dukungan dari pemerintah pada masyarakat yang sudah melakukan upaya dalam menjaga ekosistem hutan dan sungai yang berkelanjutan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here