BERKAH RAMADAN ALA MAHASISWA PATANI THAILAND (1): Bagi Takjil dan Berbaur dengan Masyarakat

0
270
Dengan mengenakan busana muslimah khas Melayu, mahasiswa rantau asal Patani, Thailand membagikan takjil gratis di Jalan Jawa sekitar kampus Unej.
Advertisement

idealoka.com – Bulan Ramadan tak sekadar ritual berpuasa, tetapi di dalamnya terdapat tradisi yang beragam di setiap negara berpenduduk muslim termasuk yang minoritas di negerinya.

Kerinduan akan kampung halaman pada suasana bulan Ramadan itulah yang diwujudkan para mahasiswa rantau asal Patani, Thailand, yang sedang menuntut ilmu di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Advertisement

Dikutip dari wikipedia.org, Patani merupakan salah satu provinsi di selatan Thailand. Provinsi-provinsi yang bertetangga adalah Narathiwat (Menara), Yala (Jala), dan Songkhla (Senggora). Masyarakat Melayu setempat menyebut provinsi mereka, Patani Darussalam atau Patani Raya.

Pattani merupakan salah satu daripada empat provinsi di Thailand yang mempunyai mayoritas penduduk beragama Islam (sekitar 80 persen) dan etnis Melayu. Nama Patani berasal dari dua perkataan bahasa Melayu logat setempat yaitu ‘Pata’ (Pantai) dan ‘Ni’ (Ini).

Sebagai salah satu wilayah baru yang terbentuk dari negara Patani awal, demografinya tidak jauh berbeda dengan provinsi-provinsi mayoritas Melayu Islam yang lain seperti Narathiwat, Yala, Satun, dan Songkhla. Al-Fattani adalah dari perkataan Bahasa Arab bermaksud kebijaksanaan atau cerdik, karena di situ tempat lahirnya banyak ulama dan cendekiawan berbagai golongan dari tanah Melayu.

Dengan mengenakan busana muslimah khas Melayu, mahasiswa rantau asal Patani, Thailand bersiap membagikan takjil gratis di sekitar kampus Unmuh Jember.

Bahasa masyarakat Patani adalah bahasa Melayu. Tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Patani di Indonesia (HMPI) Jember, para mahasiswa rantau asal Patani, Thailand itu mengadakan acara berbagi takjil gratis selama bulan Ramadan.

“Ini pertama kalinya kami mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil karena kami terinspirasi kebiasaan masyarakat Indonesia yang berbagi takjil pada sore hari menjelang waktu berbuka,” ujar Ketua HMPI Jember Sulaiman Saha yang sudah lancar berbahasa Indonesia, Jum’at, 17 Mei 2019.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa Patani berharap bisa lebih dekat dengan masyarakat Jember. “Seperti pepatah Melayu, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”  tutur pria yang menimba ilmu di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej) ini.

Mahasiswa rantau asal Patani, Thailand membagikan takjil gratis di Jalan Jawa sekitar kampus Unej.

Seperti halnya di Indonesia, sore hari pada bulan Ramadan menjadi waktu yang ramai bagi masyarakat Patani. Jika di Indonesia ada tradisi menunggu buka puasa yang diistilahkan ngabuburit, maka di Pattani terdapat istilah Nad yang hanya ada pada bulan puasa.

Dengan mengenakan busana khas Melayu, mahasiswa rantau asal Patani, Thailand, membagikan takjil gratis di Jalan Jawa sekitar kampus Unej.

“Nad ini hanya ada pada bulan puasa di sore hari menjelang waktu berbuka. Kalau di sini mungkin bisa disebut pasar. Di sana Nad itu dibuka di tanah lapang, tempat kita membeli makanan berbuka. Kalau sore hari, memang ramai sekali. Sedangkan pagi hingga siang, warung tutup semua,” ujar Sulaiman.

Terdapat sekitar 200 paket takjil yang dibagikan serentak pada sore hari itu. Kegiatan ini disambut hangat masyarakat Jember yang melintas. Bagi takjil gratis oleh mahasiswa

rantau Pattani ini tersebar di tiga titik secara serentak sesuai kampus tempat mereka menimba ilmu di Jember.

Mereka yang kuliah di Universitas Jember (Unej) membagikan takjil gratis di kawasan Jalan Jawa. Sedangkan mereka yang kuliah di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember membagikannya di depan kampus Unmuh dan mereka yang kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember membagikannya di kawasan Mangli.

Mahasiswa asal Patani, Thailand, membagikan takjil gratis di sekitar kampus IAIN Jember dan membaur bersama anak-anak kampung.

Saat membagikan takjil gratis, mereka berbaur dengan masyarakat setempat termasuk pengguna jalan, tukang becak, anak-anak yang bermain sembari menunggu buka puasa. Wajah ramah dan murah senyum para mahasiswa Patani menambah keberkahan menunggu buka puasa Ramadan sore itu.

Selama beberapa tahun –dari generasi ke generasi- para mahasiswa Patani yang kuliah di Jember juga punya tradisi khas pada bulan Ramadan. Selain salat tarawih berjamaah, mereka juga buka bersama (bukber) setiap akhir pekan.

Mahasiswa asal Patani, Thailand, membagikan takjil gratis di Jalan Jawa sekitar kampus Unej.

Lokasi bukber dilakukan bergiliran. Kebetulan di tiga kampus tempat mereka kuliah terdapat sekretariat masing-masing. “Minggu pertama di IAIN, lalu Unmuh kemudian di Unej,” kata Sulaiman.

Selama beberapa tahun terakhir, ratusan generasi muda Patani pergi menuntut ilmu di berbagai kota di Indonesia. Arus kedatangan mereka dikoordinir organisasi ulama setempat dan umumnya melalui jalur beasiswa.

Mereka berdiaspora ke berbagai bidang studi yang ada di kampus di Indonesia. Sembari memelihara tradisi budaya Melayu yang menjadi kebanggaan dan jati diri mereka, para mahasiswa Patani ini diikat oleh sebuah solidaritas, doa, dan harapan yang sama akan kampung halamannya. Yakni kedamaian dan kemakmuran di bumi Patani seperti yang pernah terjadi ratusan tahun silam. (*)

  • Penulis dan foto: Adi Permana
  • Editor: Ishomuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here