Perluas Akses Ekonomi Masayarakat, Pemprov Jatim Luncurkan Empat Aplikasi E-Commerce

0
41
Dok. Humas Pemprov Jatim
Advertisement

idealoka.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Puncak Acara Hari Koperasi (Harkop) Ke-72 Provinsi Jatim Tahun 2019 serta Koperasi dan UMKM (KUKM) Expo Ke-7 Tahun 2019 di Convex Grand City Surabaya, Rabu, 7 Agustus 2019. Sebagai tanda dibukanya acara, Khofifah didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Untuk memeriahkan kegiatan tersebut diadakan pameran lebih dari 250 stand Koperasi dan UKM, Festival Kopi Jatim 2019 yang menampilkan perkembangan industri kopi Jatim, membatik Khas Kabupaten Lamongan pada kain sepanjang 72 meter sebagai city of charm, dan Workshop bareng e-commerce. Untuk pelaksanaan KUMKM Expo 2019 diselenggarakan 7-11 Agustus 2019.

Dok. Humas Pemprov Jatim
Advertisement

Dalam pembukaan tersebut, Khofifah menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Perkoperasian dalam rangka Hari Koperasi Ke-72 Provinsi Jatim dan menandatangani MoU dengan perusahaan e-commerce seperti PT. Shopee Internasional Indonesia, PT. Dompet Anak Bangsa (Go Pay) dan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (GoJek), PT. Tokopedia, PT. Global Digital Niaga (Blibli).

Selain itu, Khofifah meluncurkan empat aplikasi yang dikembangkan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim. Empat aplikasi tersebut antara lain Aplikasi Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian (Sijawara), One Pesantren One Product (OPOP), JATIM ISO, dan TOMIKO.

Sijawara merupakan aplikasi berbasis android sebagai media pembelajaran Koperasi dan UKM. OPOP adalah suatu program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren, dan masyarakat sekitar pesantren.

Dok. Humas Pemprov Jatim

JATIM ISO merupakan wadah bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi produk e-commerce melalui berbagai pelatihan pengemasan dan pemasaran. Sedangkan TOMIKO merupakan aplikasi Toko Online Milik Koperasi berbasis android sebagai market place yang mempertemukan produk antar koperasi yang dikelola oleh Koperasi Sekunder.

Dalam acara tersebut, Khofifah juga melepas ekspor biji kakao dari Koperasi Serba Usaha Guyub Santoso, Blitar, sebanyak 15 ton ke Malaysia dan bubuk kopi robusta dari CV. Graha Rejeki Indonesia Kabupaten Lamongan sebanyak 400 kilogram ke Osaka, Jepang.

Khofifah mengapresiasi peringatan Hari Koperasi tahun ini yang kaya akan kegiatan karena ada MoU dengan perguruan tinggi, pelaku bisnis e-commerce, dan peluncuran empat aplikasi e-commerce. “Ini semangat sekali. Jatim ISO menunjukkan bahwa kita itu sebetulnya bisa dan mampu. Aplikasi Jatim ISO ini sangat simple,” ujarnya.

Selain itu, ada aplikasi One Pesantren One Product (OPOP). Program ini diharapkan bisa meningkatkan kemandirian para santri selepas dari pesantren. “Ini sebetulnya sudah cukup lama disiapkan. Saya dan Wagub Emil sendiri sebetulnya sudah sering menyampaikan harapan mewujudkan one pesantren one product. Kemudian dibantu proses ekosistemnya disiapkan oleh Unusa. Finalisasinya cukup banyak dibantu oleh ITS,” kata Khofifah. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here