Kompetisi Permainan Papan untuk Memperkenalkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan

0
1107
Advertisement

idealoka.com – Filantropi Indonesia (FI) bersama Asosiasi Pegiat Industri Board Games Indonesia (APIBGI) melakukan terobosan baru dalam mengenalkan dan mempromosikan SDGs (Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan kepada masyarakat luas melalui permainan papan. FI dan APIBGI bekerjasama dengan Arcanum Hobbies dan Boardgame.id dengan dukungan Ford Foundation menyelenggarakan kompetisi rancang bagun board games atau permainan papan dengan topik “Berbagi dan Berkontribusi untuk Pencapaian SDGs”.

Kompetisi rancang board games bertema SDGs ini diluncurkan Jumat, 13 September 2019 di Jakarta. Melalui kompetisi ini diharapkan para pegiat industri board games mampu menghasilkan beragam bentuk permainan bertema SDGs. Board Games yang dihasilkan nantinya bisa membantu masyarakat, khususnya kaum muda, dalam memahami konsep dan isu-isu SDGs agar mereka menentukan bentuk dukungan dan kontribusinya untuk pencapaian SDGs di Indonesia.

Advertisement

Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Hamid Abidin menyatakan SDGs merupakan rencana aksi global yang disepakati 193 negara, termasuk Indonesia, sebagai tujuan bersama untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan di tahun 2030. Diakui bahwa konsep SDGs yang terdiri dari 17 goal/tujuan, 169 target dan 241 indikator memang cukup kompleks dan tidak mudah dipahami masyarakat awam.

Namun, masyarakat perlu tahu dan memahami konsep ini agar bisa mendukung pemerintah dalam pencapaian SDGs di Indonesia melalui beragam peran dan kontribusi yang dimungkinkan. Salah satu bentuk kontribusinya adalah mengembangkan dan mendukung kegiatan filantropi dengan berbagi sumber daya (dana, tenaga, keahlian, dll) untuk mengatasi masalah sosial di masyarakat.

“Tujuan dari diselenggarakannya kompetisi ini adalah menemukan nilai-nilai dari SDG yang dapat ditransformasi menjadi bentuk media permainan papan agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas, khususnya kaum muda. Dengan demikian, konsep, isu dan nilai-nilai SDG tersebut diharapkan dapat disampaikan secara lebih sederhana dan menyenangkan, namun tetap relevan dengan aktivitas keseharian kita,” kata Hamid.

Ketua APIBGI Andre Dubari menyatakan bahwa board games dipilih sebagai media untuk mempromosikan SDGs karena permainan papan ini bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Mereka sudah akrab dengan board game sejak kecil lewat Monopoly, Ular Tangga, Catur dan sebagainya. Namun, belakangan ini banyak yang baru tahu kalau board game punya potensi yang luar biasa.

Board game bisa menjadi media yang kuat untuk mengurai dan menyampaikan topik yang sangat rumit dan kompleks agar bisa disampaikan mudah, sederhana dan menyenangkan melalui beragam bentuk permainan. Board games juga bisa membangun kebersamaan, saling bertatap muka dan menjalin ikatan emosional dengan bermain bersama.

Andre menambahkan saat ini Industri Board Games di Indonesia tengah berkembang pesat. Sampai pertengahan 2019 tercatat sudah ada setidaknya 15 penerbit board games dan lebih dari 40 judul board games yang dirilis. Jenis boardgames yang dirilis juga bervariasi dengan tema yang beragam, mulai cerita fiksi atau dongeng, kuliner, batik, festival, dan lain-lain. Komunitas pegiat dan pecinta board games tumbuh di berbagai kota, termasuk di beberapa perguruan tinggi.

Board games Indonesia juga sudah menembus pasar global dengan berpartisipasi di berbagai pameran dan kompetisi internasional. Board Games Indonesia disukai dan laku di pasar global karena kontennya yang unik, khas dan mengangkat budaya lokal Indonesia.

“Kami berharap para pegiat industri board games tidak hanya memikirkan upaya pengembangan industrinya, tapi juga berkontribusi pada perubahan sosial di Indonesia. Itu bisa dilakukan salah satunya dengan mempromosikan SDGs dan isu-isu sosial lainnya melalui board games. Dengan kompetisi ini, konsep, isu dan nilai-nilai SDGs bisa dipromosikan ke masyarakat, sekaligus juga memperkaya konten board games Indonesia,” kata Andre.

Pendaftaran karya untuk bisa diikutsertakan dalam kompetisi rancang board game ini sudah dibuka mulai tanggal 2 September 2019. Kompetisi ini terbuka untuk peserta umum yang menjadi WNI dengan usia minimal 17 tahun.

Persyaratan mengikuti kompetisi sangat mudah. Peserta hanya perlu mendaftarkan diri dan produk board game / card game yang telah dirancangnya melalui link berikut http://bit.ly/KRBGSDG2019. Pendaftaran akan ditutup 27 Oktober 2019.

Peserta kompetisi diharapkan dapat menggali tema dan konten SDG secara mandiri. Untuk memberikan pemahaman kepada finalis terkait konsep dan isu SDGs, panitia sudah menyediakan beberapa link yang berisi informasi dan video mengenai SDGs di link pendaftaran yang bisa diakses oleh calon peserta.

Para finalis akan dihubungi oleh Panitia Penyelenggara untuk mengikuti penjurian final di Jakarta pada tanggal 2-3 November 2019. Pada tahap ini finalis diharapkan bisa menyiapkan prototipe versi akhir untuk dipresentasikan di depan para juri.

Tersedia total hadiah sebesar Rp10.000.000 untuk tiga board game terbarik serta insentif produksi pasca kompetisi bagi pemenang sebesar Rp20.000.000. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here