Khofifah Ungkap Dua Wasiat Ibu Jokowi

0
21
Khofifah berdoa di depan jenazah ibu Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo di Solo, Kamis, 26 Maret 2020.
Advertisement

idealoka.com (Solo) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melayat ke rumah duka ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomiharjo, di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis, 26 Maret 2020. Khofifah yang menempuh perjalanan darat tersebut tiba sekitar pukul 08.15 WIB.

“Ini bentuk penghormatan terakhir saya, mewakili Pemprov Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur kepada beliau. Mari kita doakan semoga beliau husnul khotimah, diterima seluruh amal ibadahnya, dan diampuni segala dosa serta khilaf semasa hidup,” kata Khofifah melalui keterangan pers tertulis yang dikeluarkan Pemprov Jawa Timur.

Advertisement

Khofifah mengatakan dirinya punya kenangan tersendiri dengan almarhumah Sudjiatmi. Menurutnya, Sudjiatmi yang akrab dipanggil Eyang Noto adalah sosok perempuan yang istiqomah ibadah di masjid, rendah hati, dan egaliter. Kebiasaan dan sifat tersebut sudah dimiliki sebelum Jokowi jadi presiden dan tidak berubah hingga akhir hayatnya.

BACA: Pesan Khofifah pada Masyarakat Setelah Masa Karantina 65 Mahasiswa Jatim dari China

Khofifah menceritakan pengalamannya saat datang ke kediaman Sudjiatmi di Solo dan saat itu Sudjiatmi masih di masjid. “Ketika beliau sampai (pulang), justru malah meminta saya untuk berdoa. Saat itu saya menolak dengan halus. Tetapi beliau dawuh (bilang) lagi minta saya yang berdoa karena saya Ketua Umum Muslimat NU,” katanya.

Khofifah akhirnya membacakan doa. “Artinya, ada sifat yang low profile dari seorang Eyang Noto. Dan sifat tersebut juga dimiliki Pak Jokowi yang terkenal sangat low profile,” ujar Khofifah.

Menurutnya, almarhumah dikenal sangat rajin salat berjamaah di masjid dan jika datang ke sebuah kota yang dicari juga masjid . “Insya Allah husnul khotimah,” ujarnya.

Selain itu, menurut Khofifah, Sudjiatmi juga senantiasa menyempatkan hadir di sejumlah pengajian yang digelar Muslimat NU maupun Aisyiah. “Beliau tidak membeda-bedakan, semua diayomi. Beliau sangat mumpuni sebagai  sosok panutan bagi semua kalangan masyarakat terutama kaum perempuan Indonesia,” ujarnya.

BACA: Khofifah Resmikan SDN di Donggala Bantuan Masyarakat Jawa Timur

Sementara itu, Khofifah mengungkapkan dua wasiat Sudjiatmi pada anak-anak dan cucunya. Informasi itu didapat Khofifah dari tiga putri almarhumah yang menemani Sudjiatmi selama sakit.

“Saya tanya apakah ada wasiat sebelum beliau wafat. Kemudian disampaikanlah kedua wasiat tersebut,” katanya.

Wasiat pertama, putra putrinya diminta melanjutkan silaturahmi terutama kepada teman-teman almarhumah. Dan wasiat kedua, jika semasa hidup almarhumah memiliki sisa rejeki harta agar diwakafkan ke masjid.

Seusai takziah, sekitar pukul 09.00 Khofifah langsung meninggalkan rumah duka menuju Kota Surabaya untuk melanjutkan tugas menerima BPKP dan Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Penyebaran Covid-19. (*)

  • Naskah & Foto: Humas Pemprov Jatim
  • Editor: Ishomuddin