Berbincang dengan Naria, Mahasiswa FIB Unej Duta Bahasa Jawa Timur 2021

DUTA BAHASA. Naria (empat dari kiri) bersama para pemenang usai dinobatkan sebagai pemenang I putri Duta Bahasa Jawa Tiimur 2021, Sabtu, 4 September 2021. Foto: Panitia Pildubas Jatim 2021
Advertisement

idealoka.comNaria Nur Iftitah, 22 tahun, mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (Unej) terpilih sebagai pemenang I putri dalam final Pemilihan Duta Bahasa (Pildubas) Jawa Timur 2021 yang digelar di salah satu hotel di Sidoarjo, Sabtu, 4 September 2021.

Pildubas Jawa Timur diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Advertisement

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2021 melewati beberapa tahap seleksi. Pertama seleksi administrasi yang dilaksanakan melalui pertemuan virtual dan wawancara singkat untuk memilih 25 pasang peserta atau 50 orang peserta ke tahap berikutnya.

Pada seleksi kedua, dari 25 pasang peserta yang terpilih menjalani penjurian bahasa asing, bahasa daerah, dan krida kebahasaan untuk menentukan 10 pasang peserta final pemilihan duta bahasa.

Dalam ajang final, alumnus SMAN 2 Jember ini berhasil menjadi pemenang I kategori putri. Sulung dari dua bersaudara anak dari pasangan suami istri Hadi Nur Prayogi dan Herni Pramiarti ini berhak mewakili Jawa Timur dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional yang belum ditentukan waktunya.

Berikut ini wawancara idealoka.com bersama Naria pada Senin, 6 September 2021:

Bagaimana perjuangan Anda sampai menjadi pemenang I putri Duta Bahasa Jawa Timur 2021?

Saya sebenarnya sudah pernah mengikuti Pemilihan Duta Bahasa (Pildubas) Jatim tahun 2018 dan berhenti di tahap finalis dimana ada 20 pasang terbaik dari serangkaian proses seleksi.

Namun, saya belum berhasil masuk ke jajaran lima besar karena memang di tahun 2018 itu adalah ajang pemilihan duta pertama yang saya ikuti. Jadi, saya menganggap partisipasi saya kala itu sebagai waktu observasi untuk saya mempersiapkan diri ke ajang-ajang selanjutnya.

Setelah saya mengikuti Pildubas Jatim 2018, saya mengikuti berbagai ajang duta di antaranya Duta Muda ASEAN-Indonesia 2019 yang diadakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang alhamdulillah saya bisa lolos ke tahap 105 terbaik dan Duta Kampus Universitas Jember sebagai juara III putri.

Dari sana saya terus belajar dan mengembangkan diri hingga akhirnya di tahun ini saya memutuskan untuk berpartisipasi kembali dalam ajang Pildubas Jatim 2021.

Bagaimana proses dan tantangannya?

Untuk tantangannya, saya merasa tahun ini tahapan seleksinya lebih sulit dan persaingannya lebih ketat dibandingkan tahun 2018. Namun saya berusaha untuk mempersiapkan mental dan fisik saya untuk semua keputusan yang terbaik dan alhamdulillah setelah serangkaian proses seleksi dan proses yang saya lalui di berbagai ajang duta, saya bisa menjadi juara tahun ini.

Pesaingnya dari kampus mana saja?

Pesaingnya dari kampus-kampus di wilayah Jatim seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Bina Nusantara Malang, dan lain-lain, serta dari luar Jatim, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), President University, Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun semua pesertanya berasal dari Jatim karena yang menjadi salah satu persyaratan adalah ber-KTP dan atau berdomisili di Jatim.

Anda punya kemampuan berapa bahasa (bahasa daerah dan asing)?

Untuk bahasa asing, saya menguasai bahasa Inggris karena saya menyukai bahasa Inggris sejak di bangku Sekolah Dasar dan terus saya kembangkan di waktu SMA hingga kuliah dengan mengikuti lomba debat bahasa Inggris di berbagai tingkat, mulai dari regional hingga nasional.

Kenapa anda tertarik di bidang bahasa?

Menurut saya, bahasa adalah alat utama untuk tidak hanya berkomunikasi, namun juga menginspirasi dan memberi dampak positif terhadap orang lain dengan ucapan dan atau bahasa tubuh kita. Dengan bahasa, kita dapat menunjukkan kepribadian dan langkah nyata untuk membangun khususnya generasi muda yang inovatif, kreatif, dan menginspirasi.

Selain kuliah, anda juga aktif di organisasi mahasiswa, manfaat apa saja yang anda peroleh dari organisasi mahasiswa?

Saya mengikuti berbagai kegiatan intrakampus seperti UKM penalaran bahasa Inggris yang mana saya menjadi wakil ketua umum, Paguyuban Duta Kampus Universitas Jember sebagai anggota, dan seringkali mendapat tawaran sebagai pembicara atau moderator serta mengajar les privat dan di bimbingan belajar yang membuat satu minggu saya terasa begitu padat. Belum lagi untuk mengerjakan tugas saya sebagai mahasiswa.

Menurut saya, organisasi juga merupakan salah satu wadah positif untuk menyalurkan dan mengembangkan kemampuan berbahasa karena kita dibiasakan untuk berkomunikasi dan  bernegosiasi dengan baik, di samping melatih kemampuan dan kepekaan dalam memanajemen organisasi tersebut.

Apa saja tugas Anda selanjutnya sebagai Duta Bahasa Jawa Timur 2021?

Untuk langkah selanjutnya, saya akan memperdalam pengetahuan seputar kebahasaan dan kesastraan melalui pendalaman materi oleh Balai Bahasa Jawa Timur sebagai rangkaian persiapan menuju Pemilihan Duta Bahasa Nasional yang masih belum diketahui waktu pelaksanaannya.

Disamping itu, saya akan memulai untuk menjalankan salah satu program kerja yang sekaligus menjadi impian saya untuk membangun komunitas belajar untuk membantu anak-anak di masa pandemi agar mereka tetap dapat belajar secara efektif dan bahagia.

Apa persiapan Anda untuk mewakili pemilihan Duta Bahasa Nasional?

Selain memperdalam pengetahuan, saya juga akan memperdalam kemampuan dalam bidang-bidang lain yang mungkin menjadi aspek penilaian seperti kemampuan berbicara, UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), dan lainnya, serta bekerjasama dengan Balai Bahasa Jatim dan Ikatan Keluarga Alumni Duta Bahasa Jawa Timur (Ikadubas) untuk program-program selanjutnya. (*)

DUTA UNEJ. Naria (kelima dari kiri) saat terpilih sebagai pemenang III putri Duta Kampus Unej 2019. Foto: Naria