Cegah Nikah Dini, SMAN 1 Sumber Probolinggo Luncurkan Gerakan SIB-SAE

SEMINAR. Seminar tentang dampak pernikahan dini digelar di SMAN 1 Sumber, Kab. Probolinggo, Rabu, 13 Oktober 2021. Foto: Dok. SMAN 1 Sumber
Advertisement

idealoka.com (Probolinggo) – Pendidikan adalah upaya membangun peradaban bangsa menjadi lebih baik pada masa depan sehingga penyelematan generasi muda untuk menjadi generasi terdidik adalah kewajiban bersama.

Semangat itulah yang menjadi landasan SMAN 1 Sumber Kabupaten Probolinggo mengadakan seminar problematika pernikahan dini di aula SMAN setempat, Rabu, 13 Oktober 2021.

Advertisement

Peserta seminar tersebut adalah perwakilan wali murid yang berada di aula dan para siswa mengikuti secara bersama-sama dari kelas masing-masing secara daring. Seminar digelar dengan menerapkan protokol kesehatan termasuk mengenakan masker dan jaga jarak.

Kepala SMAN 1 Sumber Daris Wibisono menyampaikan seminar tersebut akan menjadi pencerahan bagi peserta didik dan wali murid untuk memiliki cara pandang lebih bijak dalam memaknai pernikahan dini. Dalam program edukasi ini, SMAN 1 Sumber mengangkat slogan Selamatkan Ibu dan Bayi (SIB) Selamatkan Angka Edukasi (SAE).

BACA: Bunda GenRe Kediri Mbak Chica Tinjau Pemasangan Alat KB dan PIK Remaja

“SIB SAE adalah visi besar penyelamatan masa depan bangsa khususnya Kecamatan Sumber untuk menjadi lebih baik,” kata Daris yang pernah menerima penghargaan sebagai Kepala Sekolah Menginspirasi Nasional Kemdikbud 2019 ini.

Pemateri dalam seminar tersebut hadir secara virtual berasal dari kalangan akademisi dan birokrat antara lain Agustina Dewi Setyari dari Pusat Studi Gender Universitas Jember (Unej), Sutilah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dan Dukiyah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo.

SIB-SAE. Peluncuran gerakan Selamatkan Ibu dan Bayi (SIB) Selamatkan Angka Edukasi (SAE) di SMAN 1 Sumber, Kab. Probolinggo, Rabu, 13 Oktober 2021. Foto: Dok. SMAN 1 Sumber

Wakil Kepala SMAN 1 Sumber Bidang Humas, Muhammad Farid, mengatakan kegiatan seminar perdana di sekolahnya ini diikuti dengan peluncuran inovasi kepala sekolah dengan nama gerakan SIB-SAE.

BACA : SMK NU Tenggarang Bondowoso Gratiskan Biaya Pendidikan, Seragam, dan Asrama

“Permasalahan pernikahan dini memang menjadi permasalahan bersama yang harus dituntaskan. Peran sekolah, keluarga, dan masyarakat yang sinergis menjadi kunci suksesnya upaya pencegahan nikah dini,”  kata Farid.

Beberapa peserta seminar tampak antusias bertanya mengenai masalah dan dampak pernikahan dini pada para pemateri. Setelah seminar selesai dilanjutkan peluncuran inovasi gerakan SIB-SAE secara simbolis oleh Kepala SMAN 1 Sumber didampingi Dewan Guru. (*)