Pimpin Upacara Hari Santri Nasional, Bupati Kediri Pakai Sarung

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengenakan sarung saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di pelataran Pendapa Panjalu Jayati, Jumat, 22 Oktober 2021. Foto: Dinas Kominfo Kab. Kediri
Advertisement

idealoka.com (Kediri) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini,  Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar apel besar di pelataran Pendapa Panjalu Jayati, Jumat, 22 Oktober 2021.

Kegiatan tahunan ini mengundang para kiai sepuh, santri, dan santriwati. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bertindak sebagai pemimpin upacara dan dihadiri Wakil Bupati Kediri yang juga sebagai Ketua Fatayat NU Cabang Kediri, dan beberapa perwakilan Forkopimda.

Advertisement

Upacara atau apel besar yang diselenggarakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga kegiatan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan jaga jarak, menggunakan masker, dan tes suhu badan.

Menurut Mas Bup, Hari Santri adalah salah satu penghormatan kepada para pemimpin yang terlahir dari sosok santri yang dimulai dari sosok seorang KH. Hasyim Ashari hingga sekarang yang masih diteruskan perjuangan oleh para santri.

Menurut bupati berusia 29 tahun ini, para santri merupakan bagian dari pondasi berdirinya sebuah Negara Republik Indonesia. Oleh sebab itu, Mas Bup berharap kepada setiap santri yang ada di Kabupaten Kediri agar tetap bersemangat dan tidak berkecil hati. Sebab, ribuan santri di manapun berada pasti memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin.

Pada peringatan Hari Santri kali ini ada yang terlihat berbeda dibandingkan upacara biasanya. Mas Bup tampak memakai sarung saat memimpin rangkaian apel tersebut. Dalam sambutannya, Mas Bup mengatakan bahwa memakai sarung merupakan bentuk penghormatan bagi para santri dengan segala peran serta dalam berdirinya bangsa ini. Menurutnya, beraktivitas dengan memakai sarung ternyata lebih nyaman.

“Karena hari ini Hari Santri Nasional, maka saya selaku bupati harus menghormati dan mencoba nyantri, khusus pada Hari Santri Nasional ini,” ucap bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu.

Untuk menumbuhkembangkan semangat nasionalis para peserta dan santri dalam rangkaian upacara dibacakan Pancasila dan diikuti seluruh peserta upacara dan dibacakan UUD 1945 serta mars dan Ikrar Santri Nasional. (*)