Keceriaan Anak-Anak Korban Covid-19 di Kediri saat Mendapat Pendampingan Psikososial

Salah satu anak yang orang tuanya jadi korban Covid-19 mendapat pendampingan psikososial dari TP PKK dan Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Kamis, 10 Maret 2022. Foto: Dinas Kominfo Kab. Kediri
Advertisement

IDEALOKA.COM (Kediri) – Trauma, sedih dan cemas, serta gangguan psikologis merupakan dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid 19 yang berkepanjangan. Tak sedikit pula masyarakat yang harus meregang nyawa karena terpapar virus mematikan ini.

Untuk menanggulangi dampak yang terus berkepanjangan, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito (Mbak Chica) yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial melaksanakan kegiatan Layanan Dampingan Psikosial (LDP) khusus bagi anak yatim piatu korban Covid-19.

Advertisement

“Anak-anak di Kabupaten Kediri yang harus terpisah dari orang tuanya akibat Covid-19 cukup banyak. Tahun ini merupakan tahun kedua setelah tahun 2021 kemarin sekitar 500 anak yang usianya 11-18 tahun. Sedangkan untuk tahun ini bagi anak yang usianya antara 6-10 tahun sebanyak 250 anak,” Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Kediri Dyah Saktiana, Kamis, 10 Maret 2022.

Dyah mengatakan program ini adalah inisiasi dari Mbak Chica bersinergi dengan dinas terkait guna memberikan sentuhan kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya.

“Mbak Chica berpesan melalui kegiatan ini, jika terdapat anak yang terindikasi memerlukan penanganan lanjutan dan membutuhkan pendampingan psikolog, diimbau kepada Ketua TP PKK kecamatan maupun desa untuk segera menginformasikan kepada kami agar bisa segera tertangani dengan baik,” katanya

Dalam kegiatan LPD ini, anak-anak diajak bermain, bernyanyi, menari, menggambar serta menorehkan cita-citannya diatas secarik kertas.

Kemudian secarik kertas tersebut dilipat seperti pesawat dan diterbangkan bersama-sama. Tampak raut wajah senang dan gembira dapat menghapus kesedihan mendalam bersamaan dengan diterbangkannya pesawat kertas tersebut.

Seperti Ibrahim yang masih duduk dibangku kelas 1 SD mempunyai cita-cita sebagai pemadam kebakaran. Saat ditanya kenapa memilih cita-cita sebagai PMK dengan polosnya menjawab, “Menjadi seorang pemadam dapat membantu orang yang rumahnya kebakaran,” katanya sambil tersipu malu. (*)