Tabungan Sampah Terpadu ITS, Bisa Ditukar Uang atau Voucher Belanja

BANK SAMPAH. Serah terima sampah secara simbolis oleh Kepala Bank Sampah Surabaya (paling kiri), Wakil Rektor III ITS Wakil Rektor III ITS Ahmad Rusdiansyah (kedua dari kiri), dan Koordinator Sosial ITS Smart Eco Campus Herdayanto Sulistyo Putro (kedua dari kanan), Jumat, 22 April 2022. Foto: Humas ITS
Advertisement

IDEALOKA.COM (Surabaya) – Memperingati Hari Bumi, ITS Smart Eco Campus bersama Kelompok Pecinta dan Pemerhati Lingkungan (KPPL) ITS meluncurkan Tabungan Sampah Terpadu (TaSTe) yang dapat dimanfaatkan seluruh keluarga besar ITS untuk menumbuhkan kebudayaan dalam mengelola sampah dengan baik.

Wakil Rektor III ITS Ahmad Rusdiansyah mengungkapkan jika kebiasaan kecil seperti mengelola sampah dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan. Oleh sebab itu, TaSTe ITS ini dapat menjadi salah satu cara untuk merawat lingkungan di sekitar.

Advertisement

“Lewat salah satu program ITS Smart Eco Campus ini, ITS ingin mengajak seluruh sivitas agar peduli pada lingkungan dan menciptakan kebudayaan baru di sekitarnya,” kata dosen yang akrab disapa Doddy itu, Jumat, 22 April 2022.

Sementara itu, Koordinator Rekayasa Sosial ITS Smart Eco Campus, Herdayanto Sulistyo Putro, menjelaskan jika TaSTe ITS menjadi salah satu wadah yang dapat mengurangi limbah sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Fokus utama kita saat ini adalah bagaimana mengubah perilaku sivitas akademika ITS untuk lebih peka terhadap lingkungan dengan menabung sampah,” kata Herdayanto.

Dosen Departemen Kimia ini menjelaskan bagi sivitas akademika ITS yang ingin menabung sampah, bisa membawa sampahnya yang sudah dipilah ke lokasi TaSTe ITS. Setelah itu, sampah yang sudah dipilah akan ditimbang.

Selanjutnya, penyetor sampah akan diarahkan untuk membuat akun di taste.its.ac.id guna dilakukan pendataan penukaran sampah dengan poin.

“Poin hasil menabung sampah nantinya bisa ditukarkan berupa uang maupun voucher. Voucher bisa dipakai untuk beli di Pasar Sayur Organik ITS atau bisa juga di Koperasi ITS. Jadi tidak hanya menaruh sampah saja, tetapi juga ada reward-nya. Ini bisa menarik orang lain juga untuk ikut serta,” katanya.

TaSTe ITS yang terletak di Urban Farming ITS ini menerima layanan tabungan sampah pada hari Senin, Selasa, dan Jumat mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

“Setiap sampah nantinya memiliki rincian harga tersendiri, mulai dari plastik yang dihargai Rp2.500 per kilogram hingga kardus Rp3.000 per kilogram,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Danang ini menjelaskan terkait sampah yang terkumpul nantinya secara berkala akan diambil oleh Bank Sampah Induk Kota Surabaya.

“Kita kerjasama dengan Bank Sampah Induk Surabaya. Jadi kita pull ini untuk orang-orang atau istilahnya nasabah yang sudah memisahkan sampah, kemudian kita timbang, kita hitung untuk reward-nya. Setelah itu nanti akan diambil oleh Bank Sampah Induk Surabaya,” katanya.

Nah, meski baru diluncurkan 22 April 2022 bertepatan dengan Hari Bumi, sudah ada beberapa yang mengumpulkan sampahnya di TaSTe ITS.

“Sudah ada, dari ibu-ibu Kader Penggerak Kesehatan Lingkungan. Mereka biasanya mengumpulkan langsung ke Bank Sampah Induk Surabaya, meski cukup jauh. Tapi dengan adanya TaSTe ITS dan kita kerjasama dengan Bank Sampah Induk Surabaya, jadi mereka menyalurkannya lebih dekat karena dari perumahan dosen juga,” tuturnya.

Ke depan, ada kemungkinan nasabah TaSTe ITS juga bisa berasal dari masyarakat di luar sivitas ITS. Jika itu terwujud, pihaknya akan membuat sistem yang mirip dan bahkan serupa tetapi tidak mengambil data ITS.

“Harapannya mungkin iya. Kita menyiapkan untuk sivitas dulu sementara, tapi nanti kalau sudah jalan dan berkembang, kenapa tidak. Cuman nanti untuk sistemnya akan sedikit dibedakan, karena untuk saat ini sistem nama nasabahnya itu terkoneksi dengan data pegawai, dosen, dan mahasiswa ITS,” katanya.

Selain itu, juga akan ada sistem “jemput bola” bagi nasabah yang tidak bisa mengumpulkan sampahnya ke Urban Farming ITS. Dengan menggandeng KPPL, anak-anak mahasiswa Departemen Lingkungan ITS tersebut yang akan melakukan sistem “jemput bola”.

“Ada sistem itu. Dengan hari tertentu, jam tertentu, dan jarak tertentu mereka bisa jemput, cuman ini karena masih bulan puasa. Semoga setelah Lebaran akan berlaku sistem itu,” ujarnya.

Ia pun berharap sivitas akademika ITS dapat menjaga lingkungan dengan menabung sampah di TaSTe ITS sebagai langkah awal kecil untuk menjaga bumi.

“Dengan adanya program TaSTe, sivitas akademika ITS diharapkan memiliki antusias yang tinggi untuk memilah sampah dan menabungnya di Bank Sampah ITS, serta care terhadap lingkungan. Ini sesuai dengan tema peringatan Hari Bumi kali ini, Invest in Our Planet,” katanya. (*)