Stik Ketela Buatan Perempuan Desa Slambur Madiun, Dipasarkan hingga Hong Kong

KREATIF - Linda Patmawati, produsen stik ketala dengan tekstur renyah dari Desa Slambur, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun menunjukkan produk yang dihasilkannya. Foto: ND.Nugroho
Advertisement

IDEALOKA.COM (Madiun) – Kreativitas para perempuan di Desa Slambur, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, di bidang kuliner tak dapat dipandang sebelah mata. Mereka mampu memproduksi aneka jenis camilan.

Hasil olahannya tidak sekadar memenuhi hasrat ngemil si pembuat. Namun, penjualan produk olahan rumah tangga itu mampu menambah sumber penghasilan keluarga. “Bisa membantu suami mencari rezeki,” ujar Linda Patmawati, seorang produsen stik ketela, Jumat, 2 Desember 2022.

Advertisement

Meski hasil penjualan dan produksi belum dibukukan secara rinci, namun untung dari usaha pembuatan stik ketela beremerek ‘Shaka’ dipastikan lumayan banyak. Apalagi, bahan dasarnya dari ketela yang mudah dicari di lingkungan sekitar.

Apabila memang harus membeli, maka harga bahan bakunya terbilang murah. Adapun proses produksinya juga cukup mudah. “Ketela dikupas, direbus, dipotong memanjang, diberi garam dan sedikit baking soda, lalu digoreng,” ujar Linda.

Ibu dari seorang anak ini menyatakan sempat terkendala pada awal produksi setahun lalu. Kala itu, ia harus berkesperimen beberapa kali untuk mendapatkan tekstur renyah pada stik ketela buatannya. “Sempat beberapa kali gagal. Tapi, akhirnya ketemu juga teknisnya untuk mendapatkan tekstur yang renyah,” ucap dia.

Cara mendapatkan kerenyahan stik ketela ala Linda dimulai saat pemilihan ketela. Bahan baku diutamakan yang berkualitas meduk. Proses perebusannya juga menggunakan teknik tertentu agar ketela tidak ambyar.

“Agar bisa kress, maka sebelum digoreng dikasih sedikit baking soda. Awalnya cara seperti ini hanya coba-coba tanpa melihat YouTube,” kata istri dari Januanto Arifin ini.

Berhasil menemukan tekstur renyah pada stik ketela Linda kembali berinovasi. Ia memberikan beberapa varian rasa pada produknya, seperti balado, barbeque, pedas, dan original. Produk itu dikemas dalam plastik klip sebelum dipasarkan.

“Untuk penjualannya,  saya masih memilih cara manual (dari mulut ke mulut). Alhamdulillah, sudah dikirim ke Hong Kong, Tulungagung, Surabaya, Jakarata, dan beberapa kota lain,” ujar Linda.

Pengiriman stik ketela ke luar negeri melalui perantara teman yang menjadi Pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Demikian halnya penjualan ke luar daerah juga melalui jejaring kerabat dan pertemanan.

“Kalau untuk titip di toko oleh-oleh belum berani saya lakukan, karena belum ada nomor PIRT (pangan industri rumah tangga). Legalitas yang saya miliki masih NIB (nomor induk berusaha),” ungkap perempuan berusia 30 tahun itu.

Kendati demikian, usaha pembuatan stik ketela yang dilakoni Linda tetap berjalan. Pencapaian itu tidak membuatnya puas begitu saja. Ke depan, ia tetap berkeinginan mengembangkan usahanya. Salah satunya melengkapi legalitas sebagai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Saya juga ingin membeli alat untuk meniriskan minyak goreng, biar hasilnya lebih bagus,” kata Linda.

Linda merupakan satu dari sejumlah perempuan di Desa Slambur yang menjalankan usaha kuliner. Di desa setempat, ternyata banyak ibu-ibu yang memproduksi tempe keripik dan kerupuk puli. Komoditas itu telah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu.

Meski perkembangannya terbilang lambat, namun saat pandemi Covid-19 dan diberlakukannya pembatasan sosial, sektor UMKM ini tidak terdampak. “Kalaupun harga kedelai mahal, saya mengurangi jumlah potongan tempe pada setiap kemasan. Biasanya berisi sepuluh hanya diisi delapan potong per kemasan,” ujar salah seorang perajin keripik tempe di Desa Slambur.

Sejumlah produk olahan yang dihasilkan warga Desa Slambur itu dipajang di deretan lapak UMKM dalam Bakti Sosial Terpadu (BST) Pemkab Madiun. Seluruh pejabat pemkab turun ke desa setempat untuk memberikan pelayanan dan melakukan serap aspirasi. Kegiatan itu digelar secara bergiliran dari satu desa ke desa yang lain. (*)

Penulis: N.D Nugroho