Simbol Kiai dan Santri di Arsitektur Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari

0
348
Advertisement

idealoka.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) yang berada di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sekitar 500 meter di selatan atau belakang Pesantren Tebuireng, Selasa, 18 Desember 2018.

Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus penggagas museum, KH Salahudin Wahid atau Gus Solah, mengatakan bangunan museum dikerjakan oleh arsitek alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Sugeng Gunadi.

Advertisement

Gus Solah mengatakan ide museum ini disampaikan sejak tahun 2010 di masa era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Saat itu saya sampaikan bahwa kita menghadapi masalah yang tidak ringan berkaitan dengan kelompok Islam yang berbeda dengan kita,” katanya.

Museum ini, menurut Gus Solah, bisa jadi pusat informasi mengenai proses masuknya Islam di nusantara hingga Indonesia menjadi negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. “Mudah-mudahan memberikan sumbangsih yang besar pada bangsa Indonesia khususnya bagi persatuan bangsa,” katanya.

Salah satu anggota tim arsitek dan desain Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA), Aing R. Nayadilaga, mengatakan bangunan atap museum merupakan simbol kiai dan santri.

“Kalau dilihat dari luar, akan tampak dua atap utama yang saling menyatu atau berhimpitan dan salah satunya lebih rendah, seperti santri yang sungkem atau menunduk ke kiai,” kata Aing yang juga dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti dan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Jika diperhatikan dari luar memang ada dua atap utama yang saling berhimpitan dan salah satunya lebih rendah seperti orang yang sedang menunduk.

Salah satu koleksi museum berupa mahkota dari salah satu kesultanan Islam di nusantara.

Museum di atas lahan 4,9 hektar tersebut dibangun atas inisiatif Gus Solah dan dikerjakan bersama Pemerintah Kabupaten Jombang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pembebasan lahannya jadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jombang dan pengerjaannya didanai APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN sebesar Rp30 miliar. Pengelolaan museum ini ke depan akan melibatkan unsur pemerintah daerah dan pusat.

Salah satu koleksi museum berupa cogan yang digunakan di ujung tombak regalia Kesultanan Riau Lingga.

“Melalui museum ini kita diingatkan bahwa Islam masuk ke nusantara dengan proses yang sangat damai dan Islam berkembang di Indonesia dengan dialog dan menggunakan media budaya lokal,” kata Jokowi sebelum meresmikan museum. (*)

  • Penulis     : Ishomuddin
  • Fotografer: Ishomuddin
  • Editor      : Ishomuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here