Banjir Parah, Ratusan Rumah di Kabupaten Madiun Masih Terendam

0
563
Warga Kabupaten Madiun korban banjir mengungsi, Rabu, 6 Maret 2019.
Advertisement

idealoka.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Madiun, Selasa malam, 5 Maret 2019 selama berjam-jam mengakibatkan air sungai yang berasal dari lereng gunung Wilis meluap. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 5 meter.

Kondisi terparah akibat banjir terjadi di  Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, dan Kecamatan Balerejo. Ribuan warga terpaska dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Namun sejumlah hewan ternak milik warga mati akibat hanyut ke sungai.

Advertisement

Salah satu warga Desa Purworejo, Suwarno, mengatakan, banjir akibat luapan sungai Jeroan terjadi sejak Selasa malam pukul 21.00 WIB. “Ada dua RT yang terendam banjir. Ketinggian air yang masuk rumah warga mencapai 5 meter,” katanya, Rabu, 6 Maret 2019.

Menurutnya, banjir akibat luapan sungai Jeroan terjadi dua kali yakni pada tahun 1986 dan tahun ini. “Kondisi paling parah tahun ini, sebab ketinggian air mencapai 5 meter,” katanya.

Warga Kabupaten Madiun korban banjir mengungsi, Rabu, 6 Maret 2019.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Damawi saat ditemui di lokasi pengungsian mengatakan untuk menyelamatkan warga terdampak banjir, Pemkab Madiun telah menerjunkan tim dari Badan Penanggunalan Bencana Daerah (BPBD) dengan dibantu personil TNI dan Polri.

“Pemkab Madiun akan mendirikan dapur umum di tiga lokasi,” kata bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini.

Menurutnya, Pemkab Madiun dibantu personil TNI dan Polri telah mengevakuasi warga bersama hewan ternak milik warga ke tempat yang lebih aman. Pemkab Madiun telah menerjunkan kapal karet sebanyak 8 buah. “Kami akan terus memantau kondisi ini, mengingat intensitas hujan masih sangat tinggi,” katanya. (*)

Penulis & Fotografer: Aribowo

Editor  : Ishomuddin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here