Sebulan, Positif Covid di Jatim Hampir Tembus 500 Orang

Advertisement

idealoka.com (Surabaya) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali merilis perkembangan pasien positif Covid-19. Data per Rabu, 15 April 2020, pasien positif bertambah sebanyak 25 pasien.

Dengan begitu, total saat ini pasien positif di Jatim mencapai 499 orang atau hampir 500 orang selama hampir satu bulan sejak pengumuman kasus positif Covid-19 pertama di Jatim pada 18 Maret 2020.

Advertisement

“Hari ini ada tambahan 25 (orang). Total yang sudah terkonfirmasi positif menjadi 499 orang,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dikutip dari jatimnet.com.

BACA : Namaku RAISA, Robot Pelayan Pasien Corona

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mencatat tambahan 25 pasien positif itu paling banyak dari Surabaya 16 orang. Kemudian Kabupaten Probolinggo tujuh pasien, Tulungagung dan Sidoarjo masing-masing satu pasien.

Tambahan pasien positif di Surabaya ini, kata Khofifah, membuat Kota Pahlawan angkanya terus meningkat menjadi 244 pasien. “Jadi posisi Surabaya Raya karena selain Surabaya, tambahan di Sidoarjo sekarang 46 orang yang terkonfirmasi positif, kemudian Lamongan 25 orang, Gresik 18 orang. Sementara Surabaya sudah 244 orang,” katanya.

Meski pasien positif terus bertambah, Khofifah menyebut ada lima pasien yang dinyatakan sembuh yakni dua pasien dari Lamongan dan masing-masing satu pasien dari Surabaya, Lumajang, dan Situbondo. Tambahan itu membuat jumlah pasien sembuh di Jatim total 86 orang atau setara 17,23 persen.

BACA : Ketahuan Nongkrong di Luar, Tim Gabungan Lakukan Tes Cepat Covid-19

“Di antara yang terkonfirmasi ini, alhamdulillah kita bersyukur ada yang sembuh lima orang yang terkonversi negatif atau sembuh,” ujar Khofifah.

Sedangkan pasien meninggal dunia bertambah satu pasien dari Surabaya. Sehingga total yang meninggal mencapai 46 orang atau setara 9,22 persen. Kemudian pasien yang masih dalam perawatan atau penanganan medis sebanyak 367 pasien.

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 1.621 pasien dan yang diawasi 977 pasien. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 15.326 orang dimana yang masih dipantau sejumlah 7.855 orang. (*)