Pabrik Rokok Sampoerna Ditutup, 100 Karyawan Reaktif Covid-19 dan Dua Karyawan Meninggal 

Kawasan pabrik rokok PT. HM Sampoerna di Rungkut Industri, Surabaya. Sudah 36 karyawan setempat positif Covid-19 dan dua di antaranya meninggal dunia. Foto: sampoerna.com
Advertisement

idealoka.com (Surabaya) – Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan sedang mendalami penyebaran virus SARS CoV-2 atau Covid-19 di pabrik rokok PT HM Sampoerna (Tbk) di kawasan Rungkut Industri, Surabaya.

Pelacakan dilakukan setelah diketahui ada dua karyawan pabrik setempat yang terinfeksi Covid-19 dan meninggal dunia 18 April 2020. “Tadi malam kami ketemu dengan pimpinan PT HM Sampoerna, hari ini kami tindak lanjuti. Di sana ada dua orang positif dirawat di rumah sakit. Dua-duanya meninggal,” ujar Joni, dikutip dari jatimnet.com, Rabu, 29 April 2020.

Advertisement

BACA : 124 Santri Temboro asal Malaysia Dipulangkan, 40 Santri Tetap Diisolasi

Hasil sementara dari pelacakan dua orang karyawan positif yang telah meninggal itu, didapati sembilan orang lainnya sedang dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid-19. Kemudian ada 165 orang lainnya yang saat ini masih menunggu hasil tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Namun di luar 165 orang itu, kata Joni, ada 323 karyawan sudah melakukan tes cepat atau rapid test. Hasilnya, pada Rabu sore, 29 April 2020, diketahui 100 karyawan reaktif Covid-19. Kini seluruhnya sudah dilakukan isolasi mandiri di sebuah hotel di Surabaya.

Rencananya, Kamis, 30 April 2020, 100 karyawan yang hasil tes cepatnya reaktif bakal dilanjutkan dengan tes swab. “Mulai besok, termasuk yang diisolasi, akan kami kontrol. Mereka datang satu-satu, diisolasi, dan besok ada tenaga medis yang kita tempatkan di ruang isolasi itu. Karena mereka ini tanpa gejala,” katanya.

BACA : Lampu LED IUV Ini Berguna untuk Sterilisasi Covid-19

Joni menambahkan belum mengetahui seberapa luas tracing (pelacakan) yang harus dilakukan. Tetapi ia memperkirakan penyebaran Covid-19 di salah satu perusahaan rokok ternama di Indonesia itu akan terus bertambah.

Bahkan dirinya menyebut setidaknya ada sekitar 500 orang yang harus dites. “Ini sedang berjalan (tracing), kira-kira ada 500-an orang (yang akan dilacak),” kata Joni.

Menurut Dirut RSUD dr. Soetomo itu, manajemen PT. HM Sampoerna (Tbk) telah menutup sementara pabrik yang beroperasi di kawasan Rungkut Industri, Surabaya, dan karyawan juga sudah diliburkan. (*)