Positif Covid Naik Tajam, Jatim Buka RS Lapangan

0
16
Advertisement

idealoka.com (Surabaya) – Ekstensifikasi pelayanan masyarakat terus dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur guna penanganan pasien Covid-19 yang terus meningkat.

Setelah sebelumnya dilakukan penambahan kapasaitas bed hingga ventilator di berbagai rumah sakit rujukan, kali ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jatim dan meminta agar bisa segera dioperasikan.

Advertisement

Dengan total kapasitas saat ini mencapai 200 orang dan bisa di maksimalkan sampai 500 orang, RS Lapangan Covid-19 Jatim yang didirikan di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jalan Indrapura Nomor 17 Surabaya ini rencananya diperuntukkan bagi pasien konfirmasi positif baru yang terkategori ringan.

Khofifah menyebut kapasitas tersebut akan terus dimaksimalkan hingga bisa mencapai 500 orang pasien.

“Yang kita ingin bahwa yang di RS rujukan itu yang kondisi berat, yang ringan dan sedang seyogyanya kita siapkan di rumah sakit lapangan seperti sekarang. Kalau total dengan ekstensifikasi kamar-kamar itu semua, bisa sampai 500 bed,” kata Khofifah seusai meninjau langsung pembangunan RS Lapangan Covid-19, Jumat, 22 Mei 2020.

Khofifah menyampaikan melalui pembagian seperti itu, daya tampung di rumah sakit rujukan akan semakin besar. Dan pada saat yang sama, semakin banyak juga pasien-pasien yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan.

Walaupun RS Lapangan ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kategori ringan, namun kelengkapan alat medis, keamanan dan keselamatan tenaga medis tetap menjadi perhatian. Hingga hari ini telah disiapkan empat buah ventilator dan ribuan APD telah disiapkan di dalam RS Lapangan itu guna peningkatan pelayanan ke masyarakat. Bahkan, untuk tenaga kesehatan dan keluarganya, telah disiapkan pula kamar-kamar khusus di area RS Lapangan tersebut.

“Kita siapkan juga ICU, ventilator, hingga sarana pemulasaraan di belakang juga kita siapkan,” katanya.

Terkait kepastian kapan dibukanya RS Darurat tersebut, Ketua Satgas Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi menyebutkan RS Darurat ini sudah siap. Jika besok ada pasien, dirinya menyatakan bahwa pasien sudah bisa dirawat di RS Darurat tersebut.

“Insya Allah kalau besok sudah ada pasien, sudah siap,” kata Joni yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD dr. Soetomo itu.

Sesuai dengan arahan Gubernur, bahwa RS Darurat ini diperuntukkan untuk kasus ringan, Joni menambahkan bahwa rencananya RS ini akan melekat kepada RSUD dr. Soetomo dan RS Universitas Unair.

Sementara itu, RS Darurat ini dibangun dengan dua basis utama, yaitu gedung dan tenda. Satu gedung utama tengah dalam persiapan sedangkan lima ruangan berbasis tenda telah rampung pengerjaannya. Kelima tenda tersebut nantinya akan dibagi peruntukannya yaitu, tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.

Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim akan melakukan kolaborasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Bersama IDI dan PPNI akan dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. (*)

Foto: Humas Pemprov Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here