Manfaatkan Limbah Sepatu Kulit, Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi Kreatif Alas Kaki

2
13
Daiva menunjukkan desain sepatunya yang memanfaatkan limbah sepatu kulit. Foto: Humas ITS
Advertisement

idealoka.com (Surabaya) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini limbah kulit ‘disulap’ menjadi sepatu kasual yang apik dan menarik, sehingga berhasil menjadi peringkat pertama dalam ajang bergengsi Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) atau Kompetisi Kreatif Alas Kaki Indonesia 2020.

Adalah Gede Arya Daiva Daniswara, mahasiswa Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS angkatan 2018 yang berhasil mengusung konsep daur ulang dalam desain produk garapannya bertitel Revive Runner, the Upcycled Leather Waste Casual Sneaker.

Advertisement

IFCC merupakan kompetisi yang diadakan Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di bawah Kementerian Perindustrian guna menyediakan ruang bagi para pelaku industri kreatif di Indonesia untuk berkarya di sektor alas kaki dan mengenalkan perkembangan mode dan industri alas kaki.

BACA : 3Dentist, Startup Produksi Gigi Tiruan Berbasis 3D Printer

Daiva, panggilan akrab mahasiswa yang sudah menggeluti dunia desain sepatu sejak bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) ini mengaku mendapat ilham dari hasil eksplorasinya mengenai limbah kulit sisa industri persepatuan Indonesia.

“Limbah kulit yang berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir maupun dimusnahkan dengan pembakaran dapat menjadi ancaman untuk lingkungan,” katanya dikutip dari laman its.ac.id, Rabu, 23 September 2020.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Daiva berupaya untuk menambah siklus hidup limbah kulit dan menghidupkan kembali material menjadi produk sarat fungsi melalui proyeknya tersebut.

BACA : Harapan Khofifah pada Mahasiswa ITS Juara Kapal Robot Dunia

“Limbah kulit tersebut dipotong menjadi bentuk modular tanpa menggunakan lem ataupun jahitan untuk disambung,” kata pemuda asal Surabaya ini.

Desain sepatu berbahan baku limbah sepatu kulit karya Daiva. Dok: ITS

Revive Runner, menurut Daiva, memiliki desain ramping, minimalis, dan simpel. Produk ini dinilai cocok untuk pengguna yang mencari sepatu ramah lingkungan berkualitas. Selain itu juga cocok digunakan untuk kegiatan harian dan memiliki model minimalis dan apik.

Dalam lima bulan masa kompetisi yang berlangsung sejak Maret lalu, Daiva harus menghadapi berbagai tantangan yang kadang datang dari luar ekspektasinya. Mulai dari bagaimana penerapan limbah kulit yang cocok dengan rancangannya, hingga berbagai kegiatan mentoring untuk meningkatkan kemampuan Daiva sebagai desainer.

Di hadapan para dewan juri yang ahli dalam dunia industri persepatuan seperti Footwear Designer brand PUMA Yadi Aditya, Indonesia Trend Forecasting Isti Dhaniswari, dan CEO Pijak Bumi Rowland Asfales, Daiva harua memberikan kesan dan maksud dari desain yang dibuatnya.

BACA : Namaku RAISA, Robot Pelayan Pasien Corona

“Saat itu presentasi disiarkan langsung di YouTube, saya merasa luar biasa grogi,” kata sulung dari dua bersaudara itu.

Diumumkan sebagai juara pertama melalui channel YouTube awal September lalu, Daiva mengaku senang atas pencapaiannya. Berkat kompetisi ini, ia mulai memahami bagaimana pola pikir desainer ahli mulai dari bagaimana ia mencari ide, riset yang tepat hingga cara untuk mempresentasikan desainnya.

Ke depan, pemilik akun Instagram @halftoothdesigns ini berharap untuk dapat membuat desain yang lebih baik dan lebih berarti bagi khalayak luas. Ia juga berkeinginan untuk dapat menembus lomba tingkat internasional di kesempatan berikutnya.

“Tunjukkan karya kalian, dengan itu kita akan bisa mendapat banyak pengalaman dan juga masukkan yang bisa membuat karya kita lebih baik ke depannya,” kata Daiva. (*)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here