CSR BPR Bank Daerah Kabupaten Kediri Bantu Alat Produksi 60 UMKM

Perusahaan Daerah BPR Bank Daerah Kabupaten Kediri meyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 60 UMKM di Pendapa Kabupaten Kediri, Rabu, 2 Desember 2020. Foto: Dinas Kominfo Kab. Kediri
Advertisement

idealoka.com (Kediri) – Perusahaan Daerah BPR Bank Daerah Kabupaten Kediri meyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 60 UMKM di Kabupaten Kediri. Kegiatan ini diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Kediri, Rabu, 2 Desember 2020.

Direktur PD BPR Bank Daerah Kabupaten Kediri Sugeng Darwanto mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan mendorong pembiayaan UMKM terutama dalam mendorong bergeraknya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi saat ini.

Advertisement

“Ini merupakan salah satu pelaksanaan kewajiban Bank Daerah dalam mendorong tumbuh kembangnya UMKM dalam membangun perekonomian. Semoga bantuan ini dapat memberi manfaat dalam proses produksi UMKM sehingga bisa menjadi motivasi dan solusi di masa pandemi ini dalam mengangkat dan menggerakan roda perekonomian,” kata Sugeng.

BACA : 24 UMKM Terima Bantuan Peralatan Usaha dalam CSR PDAM Kabupaten Kediri

Bentuk bantuan yang diserahkan adalah alat produksi yang dibutuhkan dan diminta oleh UMKM, di antaranya freezer, mesin spiner, mesin pemotong, oven besar, mixer bakery, mesin selep, blender, kompor dan wajan, dandang, mesin pres, dan sebagainya.

Sementara itu, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno saat penyerahan bantuan CSR ini menyampaikan rekan-rekan UMKM mendapat pukulan berat dari pendemi tahun ini.

Jalur pemasaran yang selama ini menjadi andalan benar-benar sepi pembeli. Oleh karena itu, ia memberikan saran agar semua UMKM belajar dari pandemi ini dengan menggunakan pemasaran online.

BACA : Dekranasda Kabupaten Kediri ‘Menimba Ilmu’ ke Dekranasda Jawa Timur

“Semua situasi pasti memiliki peluang. Pada saat ini jalur online terbukti menjadi solusi pemasaran produk UMKM. Oleh karena itu, saya mengajak agar semua memanfaatkan hal ini,” kata Haryanti.

Ia yakin semua pelaku UMKM memiliki smartphone dan akses internet yang bisa menunjang pemasaran online. “Mari kita optimalkan agar lebih bermanfaat bagi usaha kita. Selalu kita unggah produk kita di media sosial. Bagi yang belum bisa, saya akan memberikan wadah pelatihan melalui dinas terkait,” katanya. (*)