Bencana Beruntun, Mensos Risma Minta Pemda Atur Stok Cadangan

0
10
Mensos Tri Rismaharini bersama Bupati Jember Faida memberikan bantuan untuk korban banjir di Jember, Senin, 18 Januari 2021. Foto: jatimnet.com
Advertisement

Kunjungi Korban Banjir Jember dan Erupsi Semeru

idealoka.com (Jember) – Sejumlah bencana yang terjadi di berbagai daerah membuat pemerintah pusat meminta seluruh pemda meningkatkan cadangan kebutuhan logistik darurat. Menurut Menteri Sosial Tri Rismaharini, pemerintah sebenarnya telah menyediakan cadangan logistik di setiap daerah melalui Bulog.

Advertisement

Namun manajemen pengelolaannya diserahkan kepada setiap daerah.
“Saya kembali ingatkan kepada semua daerah untuk menyiapkan buffer stock (stok cadangan). Sebenarnya kita sudah siapkan di Bulog, tetapi kadang tidak bisa diprediksi kapan dibutuhkan,” tutur Risma usai berkunjung ke penampungan sementara korban banjir di Kecamatan Tempurejo, Jember, Senin, 18 Januari 2021.

Setiap pemerintah daerah diminta lebih cermat mengatur stok cadangan logistik di gudang Bulog. “Dulu waktu saya jadi Wali Kota, sudah saya perkirakan. Ketika sudah mendekati masanya, akan saya salurkan ke banyak panti sosial. Agar tidak rusak,” kata mantan Wali Kota Surabaya ini.

BACA : Warga Diminta Waspada Banjir Lahar setelah Erupsi Gunung Semeru

Usai berkunjung di Jember, Risma bertolak ke Lumajang di kawasan permukiman penduduk yang terdampak erupsi gunung Semeru. Setelah sempat mengungsi, penduduk sekitar, menurut Risma, sudah kembali ke rumah masing-masing. “Tetapi tetap saya siapkan bantuan,” ujar Risma.

Penanganan bencana di Jawa, menurutnya, lebih mudah ketimbang luar Jawa. Hal ini terkait dengan akses. Sehingga tambahan bantuan bisa mudah dikirim dari daerah sekitar jika terjadi di Jawa. Berbeda dengan yang terjadi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, yang masih dilanda gempa susulan.

“Distribusi bantuan memang sempat terkandala akses jalan. Tetapi saya yakin satu hari sudah terbuka,” katanya.

BACA : Sebanyak 15 Kabupaten di Jawa Timur Dilanda Banjir, Ini Penyebabnya

Krisis kebutuhan logistik yang terjadi di Mamuju dan Majene, menurutnya, tidak hanya karena putusnya akses jalan. “Banyak warga yang masih takut untuk membuka toko-toko yang menyediakan bahan kebutuhan pokok,” ucap Risma.

Selain bantuan, Kementerian Sosial juga akan segera mengirimkan tambahan tandon untuk menyimpan air bersih di Majene. “Di pembahasan DAK kemarin, sudah saya minta agar ada alokasi pembuatan tandon yang akan dikirim ke daerah rawan bencana sebagai prioritas,” tutur Risma.

Terkait penangana banjir di sejumlah kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan, Risma menyebut sudah dibangun dapur umum untuk kebutuhan darurat warga yang mengungsi. Namun, air belum bisa dipastikan akan surut dalam waktu dekat. “Khan kita tidak bisa langsung mengurasnya,” ucapnya. (*)