Ratusan Warga Desa Janti Kediri Terima BLT Dana Desa Dampak Covid-19

0
17
Pembangian BLT Dana Desa di Desa Janti, Kec. Papar, Kab. Kediri, Senin, 11 Mei 2020. (Foto: Dinas Kominfo Kab. Kediri)
Advertisement

idealoka.com (Kediri) – Sebanyak 120 warga Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebagai upaya dalam mengatasi dampak Covid-19. Penyerahan BLT tersebut dilaksanakan di gedung Balai Desa Janti dengan dihadiri Camat Papar beserta jajaran Muspika Papar, Senin, 11 Mei 2020.

Kriteria penerimanya yaitu warga miskin terdampak pandemi Covid-19 seperti pedagang kaki lima di sekolah, warga yang terkena PHK, dan tukang dekorasi pengantin yang belum terdata atau bukan penerima PKH, BPNT, dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) lainnya.

Advertisement

Kepala Desa Janti, Didik Sujatmiko, mengatakan pendataan warga penerima BLT ini dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan RT, RW, Kepala Dusun, dan tokoh-tokoh masyarakat.

BACA : Pemkab Kediri Terus Salurkan Bantuan Beras bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Melalui 25 persen dana desa, Pemdes Janti menyalurkan BLT ini kepada warga desa. Tiap Kepala Keluarga (KK) penerima BLT mendapatkan Rp600 ribu per bulan yang diberikan selama tiga bulan ke depan.

Pembangian BLT Dana Desa di Desa Janti, Kec. Papar, Kab. Kediri, Senin, 11 Mei 2020. (Foto: Dinas Kominfo Kab. Kediri)

Sementara itu, Camat Papar, Purwiaji, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Ibu Bupati Kediri Haryanti Sutrisno yang selalu mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Kediri.

BACA : Putus Penularan Covid-19, Pemkab Kediri Lakukan Rapid Test di Puskesmas

“Desa Janti merupakan desa pertama yang telah menyalurkan BLT kepada warga yang terdampak Covid-19. Bantuan ini semoga dapat meringankan kebutuhan pokok warga di tengah pandemi ini. Semoga wabah ini segera berakhir dan masyarakat bisa kembali hidup normal seperti biasanya,” katanya.

Salah satu warga Janti, Siti Romlah,  bersyukur bisa menerima BLT tersebut. Sehari-hari ia bekerja sebagai pedagang kaki lima yang menjual makanan di sekitar sekolah. Dengan adanya pandemi ini ia tidak bisa lagi berjualan dan tidak bisa lagi memberi nafkah keluarga. “Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here