Gus dan Alumni Ponpes Al Falah Ploso Dukung Calon Tunggal Dhito-Dewi di Pilkada Kediri

Deklarasi dukungan Gus dan alumni Ponpes Al Falah Ploso pada calon tunggal Bupati dan Wakil Bupati Kediri Dhito-Dewi di Ponpes Hidayatul Salah, Desa Rembang Kepuh, Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri, Senin malam, 2 November 2020.
Advertisement

idealoka.com (Kediri) – Beberapa Gus dan alumni santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, mendeklarasikan dukungan untuk calon tunggal Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Haninditho Himawan Pramana (Ditho) – Dewi Maria Ulfa (Dewi), Senin malam, 2 November 2020. Deklarasi tersebut dilakukan di Ponpes Hidayatul Salah, Desa Rembang Kepuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Sebanyak tujuh Gus datang bersama alumni Ponpes Al Falah Ploso di acara tersebut. Dalam acara tersebut, para Gus bersama alumni dan Ditho membahas kemajuan dan perkembangan pondok pesantren dan Kabupaten Kediri.

Advertisement

KH Al Kautsar Nurul Huda mengatakan dukungan ini merupakan perintah dari masayikh atau para kiai. Para ulama menginginkan Dhito untuk memimpin Kabupaten Kediri lima tahun mendatang.

BACA : Bawaslu Kabupaten Kediri Ajak Media Awasi Pilkada 2020

“Dukungan ini merupakan perintah dari masayikh dan kita harus mengikuti. Dan setelah kita mengenal Mas Ditho lebih lama, memang ternyata Mas Ditho pantas untuk memimpin Kabupaten Kediri,” kata Gus Kautsar.

Menurut Gus Kautsar, jika tidak menentukan pilihan atau memilih kotak kosong, maka tidak ada kejelasan kelanjutan pemerintahan di Kabupaten Kediri. “Seandainya Mas Ditho memiliki kelemahan, tetapi kita masih bisa menyampaikan aspirasi kita dan bersama membangun Kabupaten Kediri. Jika kotak kosong, kita semua akan kesulitan,” katanya.

BACA : Jajaran Polres Kediri Kota Dibekali Pelatihan Peningkatan Pengamanan Pilkada 2020

Sementara itu, Dhito mengaku bersyukur atas dukungan ini. Menurutnya, ini hasil dari apa yang ia bangun selama delapan bulan terakhir sowan ke sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Kediri.

“Kediri ini persekutuan ponpes yang banyak. Saya sudah menjalin komunikasi ke para masayikh. Sejumlah program untuk membangun pondok pesantren telah kita gagas dalam bantuan operasional untuk pesantren, insentif guru ngaji, dan enterpreneurship (kewirausahaan) pesantren untuk membekali para santri menjadi seorang wiraswasta yang handal setelah lulus dari pondok,” ujar putra dari Sekretaris Kabinet yang juga politikus PDIP Pramono Anung ini.