PKPI Sumbang Ambulans untuk Kampanye Calon Tunggal Bupati Kediri

Penyerahan mobil ambulans oleh Ketua Umum PKPI Diaz Hendroproyono (kemeja kotak-kotak) untuk kampanye calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono (kaos hitam), Rabu, 11 November 2020.
Advertisement

idealoka.com (Kediri) – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) memberikan bantuan ambulans untuk calon tunggal Bupati Kediri dalam Pilkada 2020, Hanindhito Himawan Pramono atau Mas Dhito. Bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Rabu, 11 November 2020.

Ditemui di rumah Dhito di Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Diaz mengatakan ambulans ini merupakan salah satu donasi yang diberikan untuk 30 provinsi yang mengadakan pemilihan kepala daerah.

Advertisement

“Ini merupakan donasi dari pusat dari dewan pimpinan nasional yang memberikan ambulans dalam rangka membantu dukungan untuk Mas Dhito di Kediri, karena kita mendengar bahwa di sini memang perlu angkutan untuk orang yang sakit,” kata Diaz.

BACA : Dhito Motivasi Petani Kopi di Lereng Kelud

Diaz juga mengatakan bantuan ambulans sengaja diberikan untuk Dhito agar digunakan untuk kepentingan darurat saat berkampanye. Karena setahu dia di Kediri membutuhkan mobil ambulans.

“Semoga saja bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga Kediri dan bermanfaat untuk Mas Dhito dalam pemilihan ini agar bisa digunakan untuk berkampanye,” kata putra dari mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) A. M. Hendropriyono ini.

Sementara itu, Dhito mengaku sebelumnya memang telah mempunyai program Desa Siaga yang akan diberikan bantuan satu mobil ambulans di setiap desa. Dia berterima kasih kepada PKPI atas pemberian mobil ambulans yang diantarkan secara langsung oleh Ketua Umum PKPI.

BACA : Ganjar Berpesan agar Dhito Manfaatkan Teknologi untuk Serap Aspirasi Warga

“Apapun itu, saya selaku calon sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan di Kabupaten Kediri ini. Saya berharap ke depan bisa berkolaborasi untuk pengoperasian mobil ambulans ini,” ujarnya.

Dhito berharap mobil ambulans tersebut tidak sering dipakai karena ia tidak ingin banyak warga yang sakit.

“Saya berharap mobil ini tidak terlalu sering digunakan karena kalau sering dipakai nanti artinya banyak yang sakit,” ujarnya.